Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Terbentuknya Lembaga Kerjasama Antar Daerah di Bidang Pariwisata
NURUL LATIPAH, Dr. Haryanto, M.A.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Setelah diterapkannya sistem desentralisasi di Indonesia, menjadikan pemerintah daerah memiliki kelenturan untuk mengatur wilayahnya berdasarkan kewenangan tertentu yang diberikan oleh pusat. Salah satunya adalah kewenangan untuk mengelola potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap wilayah administratif meskipun memiliki derajat kekuasaan yang sama, nyatanya memiliki potensi daerah yang tidaklah seragam. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, dikhawatirkan akan memunculkan ego sentrisme yang akan berdampak pada disintegrasi bangsa. Oleh karena itu konsep kerjasama antar daerah lahir sebagai alternatif solusi dalam mengatasi permasalahan ini. Kerjasama antar daerah adalah relasi yang dibangun antar dua pemerintahan setingkat untuk mengatasi suatu permasalahan atau mencapai tujuan tertentu. Salah satu bentuk kerjasama antar daerah yang ada adalah kerjasama dalam pengembangan sektor pariwisata yang dilakukan oleh 16 kabupaten/kota dalam wadah Sekretariat Bersama Java Promo. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya Sekretariat Bersama Java Promo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Dengan tujuan untuk menghasilkan kajian yang komprehensif mengenai obyek yang diteliti. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya lembaga kerjasama antar daerah diantaranya: Pertama, Faktor komitmen sebagai landasan kerjasama antar daerah yang dapat dibangun dengan adanya komunikasi intensif secara formal atau non formal. Kedua, Faktor Identifikasi Kebutuhan dapat dilihat dari potensi pariwisata yang dimiliki setiap wilayah anggota yang memunculkan peluang kerjasama dari kelebihan dan kekurangan yang dimiliki daerah dalam sektor pariwisata. Ketiga, Faktor Pengintegrasian beragam kepentingan yang ada untuk kemudian dapat disinergikan demi mencapai tujuan bersama. Keempat, Faktor Partisipatif diantara pihak-pihak yang telibat dari mulai pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi dan masyarakat. Kelima, Faktor Kelembagaan terdapat struktur organisasi untuk menjalankan mekanisme lembaga kerja Sekretariat Bersama Java Promo. Keenam, Faktor Champion (sosok Penggerak) pihak yang berperan sebagai penggagas terbentuknya lembaga kerjasama antar daerah di bidang pariwisata ini. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah perlu adanya realisasi manfaat yang diperoleh anggota, misal dalam peningkatan jumlah wisatawan. Perlu adanya penyelarasan landasan normatif dalam Sekretariat Bersama Java promo yang berkaitan dengan UU yang sudah diperbaharui. Perlu adanya upaya penambahan anggaran dari sumber yang berbeda, supaya tidak membebankan wilayah anggota.
After the implementation of decentralization system in Indonesia, the local government has the flexibility to regulate its territory based on certain authority given by the center. One of them is the authority to manage the potential of the region for the welfare of the people and the progress of the region. It can not be denied that every administrative region even though it has the same degree of power, in fact has the potential of a region that is not uniform. If this is allowed to continue, it is feared that the rise of ego-centricism will affect the disintegration of the nation. Therefore the concept of cooperation between regions was born as an alternative solution in overcoming this problem. Inter-regional cooperation is a relationship built between two levels of government to overcome a problem or achieve a certain goal. One form of cooperation among the existing regions is cooperation in the development of tourism sector conducted by 16 districts / cities in the Joint Secretariat Java Promo. This research is aimed to know the factors that influence the formation of Joint Secretariat of Java Promo. This research uses qualitative approach by using descriptive analysis. With the aim to produce a comprehensive study of the object under study. Factors influencing the establishment of inter-regional cooperation institutions include: First, the commitment factor as the foundation of cooperation between regions that can be built with the intensive communication formally or non-formal. Second, the Identification of Needs Factor can be seen from the tourism potential owned by each member region that raises cooperation opportunities from the advantages and disadvantages of the region in the tourism sector. Third, the Factor of Integration of various interests that exist to then can be synergized in order to achieve common goals. Fourth, Participatory Factors among the parties involved from start of local government, private sector, academia and society. Fifth, Institutional Factors there is an organizational structure to run the mechanism of work agency Secretariat Joint Java Promo. Sixth, Champion Factor (figure of Mover) the party who acts as the initiator of the establishment of inter-regional cooperation institutions in the field of tourism Suggestion given in this research is need realization of benefit obtained by member, for example in increasing number of tourists. There needs to be a harmonization of the normative foundation in the Joint Secretariat of Java promo related to the updated Law. There needs to be an effort to increase the budget from different sources, so as not to charge the members area.
Kata Kunci : Inisiasi atau Pembentukan, Kerjasama Antar Daerah, Pariwisata, Faktor mempengaruh