Laporkan Masalah

MAKNA KEHADIRAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR DI DALAM DUNIA PENDIDIKAN (Studi Kasus Lembaga Prime Generation (PG) Bimbel dan BKB Nurul Fikri di Kota Yogyakarta)

WISNU AL AMIN, Prof. Dr. Susetiawan, S.U.

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Pendidikan adalah salah satu syarat untuk merealisasikan kesejahteraan. Pendidikan secara sistematis ditempuh berdasarkan sekolah formal. Sekolah adalah institusi resmi yang memberikan pelayanan pendidikan kepada setiap warga negara. Kesadaran terhadap pendidikan telah menciptakan persaingan dalam memperoleh sekolah dengan kualitas tinggi. Karenanya, setiap siswa berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai akademik yang tinggi agar dapat masuk ke sekolah favorit. Akibatnya, pendidikan mengalami pergeseran orientasi. Pendidikan cenderung seperti komoditi yang diperebutkan. Lembaga bimbingan belajar sebagai lembaga pendidikan nonformal hadir untuk merespons pergeseran orientasi pendidikan. Selain itu, ia juga hadir sebagai jawaban untuk melayani kebutuhan siswa. Secara signifikan lembaga bimbingan belajar telah menggeser iklim dunia pendidikan formal. Tambah lagi, lembaga bimbingan belajar semakin menjamur di tengah dunia pendidikan. Kehadirannya memberi arti bagi penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai lembaga bimbingan belajar di dalam sistem dan aktivitas pendidikan formal. Kemudian, melihat bagaimana posisi tawarnya dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif. Analisisnya menggunakan model analisis deskriptif. Adapun, unit analisis penelitian ini adalah lembaga atau organisasi BKB Nurul Fikri dan Prime Generation (PG) Bimbel. Metode yang digunakan dalam memilih informan adalah purposive. Ada tiga temuan di dalam penelitian ini. Pertama, lembaga bimbingan belajar yang memperjuangkan ideologinya mengalami benturan kepentingan. Kedua, lembaga bimbingan belajar berperan kepada sekolah dan siswa. Terutama kepada siswa, ia berorientasi untuk menciptakan siswa berprestasi. Ketiga, lembaga bimbingan belajar menerapkan strategi pemasaran melalui pendekatan "silaturahim". Selanjutnya, broker tercipta melalui intensitas hubungan lembaga bimbingan belajar dengan pihak eksternal. Kesimpulan studi ini adalah, bahwa lembaga bimbingan belajar memberikan makna pada dua dimensi, yaitu dimensi internal meliputi lembaganya sendiri dan dimensi eksternal terdiri dari sekolah dan siswa.

Education is the one of requirements to actualize well-being. Education systematically is reached to be based on formal school. School is an official institution that provides educational service to every citizen. Awareness of education has been creating competition in obtaining a high-quality school. Hence, each students vying to get a high academic value in order to be accepted in favorite school. As a result, the education has a shift of orientation. The education tends such as commodity which is contested. Tutoring institution is as non-formal educational institution attends to respond shifting of educational orientation. Moreover, it attends as an answer to provide student's need as well. Significantly turoting institution has been changing climate formal education. In addition, tutoring institution sharply grows on the education world. It exists by giving a meaning for providing education. This study intends to grasp the tutoring institution in the system and activity of formal education. And then, noticing how is its bargaining-position into the education world. Therefore, the research is held by applying qualitative method. Its analysis utilizes descriptive analysis model. As for, analysis unit of this research is institution or organitation of BKB Nurul Fikri and Prime Generation (PG) Bimbel. The method which is applied to choose the informants is pusposive. There are three findings in this study. First, tutoring institution who struggles for its ideology having clash of interest. Second, tutoring institution has a role to the school and student. In particular to the student, that It has an orientation to construct student achievement. Third, tutoring institution exercises marketing strategy through "silaturahim" approach. The next, broker is created through the intensity of relationship between tutoring institution to external part. The conclusion of the study is that tutoring institution putting a meaning to both dimensions, those are internal dimension involving its own institution and external institution consist of school and student.

Kata Kunci : tutoring institution, education, school, student, meaning

  1. S1-2017-335529-abstract.pdf  
  2. S1-2017-335529-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-335529-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-335529-title.pdf