Laporkan Masalah

Dukungan Sosial dan Produktivitas Kerja ( Studi Mengenai Keterkaitan Variabel Dukungan Sosial dan Variabel Produktivitas Kerja Dalam Pengadaan Ruang Menyusui di PT. Mirota Yogyakarta)

YUDHESTI WAHYU HARDIASIH, Mulyadi Sumarto, Ph.D

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Salah satu hak perempuan yang memiliki anak dan semestinya didapatkan pada masa bekerja yaitu pemberian kesempatan sepatutnya untuk menyusui anak yang bisa dilakukan di ruang menyusui. Menurut peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 15 tahun 2013 ruang menyusui adalah ruangan yang dilengkapi dengan prasarana menyusui dan memerah ASI yang digunakan untuk menyusui bayi, memerah ASI, menyimpan ASI perah, dan/atau konseling menyusui/ASI. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara dukungan sosial dengan produktivitas kerja melalui ruang menyusui dengan berpatokan pada kebijakan yang sudah ada. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pertukaran dari George Hommans. Hipotesis dari penelitian ini ada dua yaitu pertama terdapat hubungan positif antara tingkat dukungan sosial dengan tingkat produktivitas kerja. Kedua Semakin tinggi dukungan sosial yang didapat maka akan semakin tinggi pula produktivitas kerja. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah pekerja perempuan PT Mirota yang sedang atau pernah menyusui. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif dan korelasi produk moment. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan produktivitas kerja melalui keberadaan ruang menyusui dan hubungan tersebut bersifat positif yang berarti semakin tinggi dukungan sosial semakin tinggi juga produktivitas kerja begitu juga sebaliknya. Angka hubungan dukungan sosial dan produktivitas kerja pada 0,472 yang berarti memiliki kekuatan sedang pada signifikansi 0,000. Dukungan sosial sendiri menyumbang secara efektif 26,6% sementara 73,4% sisanya merupakan pengaruh variabel lain. Kata kunci : Dukungan Sosial, Produktivitas Kerja, Ruang Menyusui.

Woman having child and still breastfeeding has right of doing breastfeed in lactation room. According to Regulation of Health Minister number 15/2013 breastfeeding room is room equipped with tools and breast pump used to breastfeeding, pumping and saving mother milk and/or consulting about breastfeeding. This research was intended to see association between social support and working productivity through lactation room with based on existing policy. The research used George Hommans’s exchange theory. In this research, there were two hypotheses. First, there is positive association between social support level and working productivity level. Second hypothesis is the higher social support the higher working productivity. Subject in this research is female worker in PT Mirota that is breastfeeding or ever breastfeed. The research used quantitative method with descriptive analysis and product moment correlation. Conclusion of the research is that there is association between social support and working productivity through existence of breastfeeding room and the association is positive, meaning that higher social support indicates higher working productivity and vice versa. Score of social support and working productivity association was 0.472, which mean it having moderate power at significance 0.000. Social support contributes effectively 26.6%, while the remaining 73.4% is effect of other variables. Keywords: social support, working productivity, breaasfeeding room

Kata Kunci : Kata kunci : Dukungan Sosial, Produktivitas Kerja, Ruang Menyusui.

  1. S1-2017-299295-abstract.pdf  
  2. S1-2017-299295-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-299295-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-299295-title.pdf