PERENCANAAN KAWASAN KALIMALANG SEBAGAI PINTU GERBANG KOTA BEKASI DENGAN PENDEKATAN CITRA KAWASAN
TUBAGUS ABIMANYOE A, Ratna Eka Suminar, ST., M.Sc.
2017 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTACitra Kawasan Kalimalang penting untuk direncanakan sebagai kawasan pintu gerbang Kota Bekasi. Perencanaan citra dapat dilakukan dengan memperbaiki kualitas ruang sehingga identitas dan karakteristik Kota Bekasi dapat tercermin di Kawasan Kalimalang. selain permasalahan citra kawasan yang buruk. Perbaikan kualitas ruang Kawasan Kalimalang semakin mendesak karena adanya tantangan-tantangan yang mengharuskan Kawasan Kalimalang berkompetisi dengan kawasan-kawasan pintu gerbang di kota-kota satelit Ibukota Jakarta. Arahan perencanaan Kawasan Kalimalang adalah "menjadikan Kawasan Kalimalang sebagai kawasan pintu gerbang yang dapat mencerminkan karakteristik dan identitas Kota Bekasi secara keseluruhan yang memiliki sifat-sifat nyaman, beridentitas, dan berestetika tinggi." Perencanaan menggunakan analisis SWOT dan analisis pohon masalah. Analisis digunakan untuk mendapatkan gambaran masalah, aspek perencanaan dan program perencanaan kawasan. Aspek perencanaan yang didapat antara lain adalah: sirkulasi, fisik bangunan, ruang terbuka, jalur pedestrian, dan lahan parkir. Perencanaan selanjutnya menggunakan aspek-aspek tersebut sebagai dasar perencanaan citra Kawasan Kalimalang. Program yang ditetapkan untuk mewujudkan konsep perencanaan antara lain: pembangunan jalur pedestrian, pembangunan tetengger kawasan, pembangunan dan perbaikan ruang terbuka hijau, pembangunan kantung parkir, pembangunan ruko bergaya kontemporer, relokasi dan pembinaan PKL, dan pembangunan halte transportasi publik. Program-program tersebut diharapkan dapat memberikan keuntungan ganda sehingga perencanaan Kawasan Kalimalang sebagai kawasan pintu gerbang Kota Bekasi ini akan memberikan manfaat yang lebih luas selain daripada manfaat dari segi keruangan kawasan.
The spatial image of Kalimalang as an entrance district of Bekasi has an important role to create the image of Bekasi city. Kalimalang district has to be renewed since there was a negative image of Kalimalang area and it effects the image of Bekasi city too. Besides the problem in the image of Kalimalang area, it also has to answer the threat from another entrance districts in another satellite city of DKI Jakarta Province. The plan sets the vision of Kalimalang area as an entrance district that can represent overall identity and characteristics of Bekasi with a concern in convenience, imagebility, and highly aesthetics district trait. The design making was carried out through conducting SWOT (Strength- Weakness-Opportunity-Threat) analysis and Problem tree Analysis in order to get a broad overview of the problems, planning aspects, and planning programs. The planning aspects include: circulation aspect, building physical aspect, open space aspect, pedestrian ways aspect, and parking lots aspect. Those aspects would be applied as design principles to accomplish the Kalimalang plan. The planning programs include: establishing pedestrian ways, public open spaces establishment and renovation, establishing parking lot area, commercial area renewal with contemporary building architecture, relocating and developing street vendor within Kalimalang area, and establishing public transports shelter. The main purpose of those programs would be to enhance the image of Kalimalang area and, additionally, to represent the city identity and characteristics. Furthermore, this plan would also bring multiplier effect to solve the social and economic problems in this area.
Kata Kunci : Desain Kawasan, Citra, Kawasan, Pintu Gerbang Kalimalang, Urban Design, Image, Kalimalang Entrance District