AKULTURASI: SUATU KOMUNIKASI ANTARBUDAYA (Studi Deskriptif tentang Komunikasi Antarbudaya dalam Proses Akulturasi Anggota Asing Paguyuban Karawitan dan Tari Pura Mangkunegaran Surakarta Tahun 2016)
RADEN RORO AYU HESTY P, Dr. Muhammad Sulhan S.IP., M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIKomunikasi adalah kebutuhan manusia untuk hidup. Budaya adalah jati diri manusia. Setiap jati diri perlu dikomunikasikan dan komunikasi membutuhkan jati diri. Komunikasi antarbudaya menjadi hal yang tak terelakkan dalam kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tak hanya dari beragamnya kebudayaan yang tersebar di seluruh Indonesia, tetapi komunikasi antarbudaya di Indonesia masuk melalui berbagai pintu. Pengakuan UNESCO akan beberapa macam seni tradisional sebagai warisan budaya Indonesia, secara nyata menunjukkan pengaruh besar terhadap meningkatnya ketertarikan masyarakat dunia akan budaya Indonesia. Khususnya budaya Jawa. Semua berawal dari sana. Adalah PAKARTI Pura Mangkunegaran, salah satu kelompok seni tradisional yang masih terus berusaha mempertahankan eksistensi seni tradisional Jawa. Bernaung di bawah Pura Mangkunegaran, PAKARTI Pura Mangkunegaran menjadi salah satu kelompok yang dituju oleh pelajar asing, untuk belajar seni tradisional Jawa. PAKARTI Pura Mangkunegaran menjadi gerbang sekaligus wadah komunikasi antarbudaya. Komunikasi antarbudaya itulah yang kemudian menjadi penarik terjadinya akulturasi bagi para anggota asing tersebut.
Communication is a necessity of human life. Culture is a human identity. Each identity needs to be communicated and communication needs identity. Intercultural communication becomes inevitable in human life, including in people of Indonesia life. Not only from the diverse of cultures scattered throughout Indonesia, but, intercultural communication in Indonesia, through in various ways. UNESCO recognition on several kinds of traditional arts as Indonesian cultural heritage, significantly show a major positive impact in increasing interest of Indonesian cultures. Especially Javanese culture. And all started from it. Pakarti Pura Mangkunegaran, is the one of traditional arts groups are still trying to maintain the existence of traditional Javanese art. Under the auspices of Pura Mangkunegaran, Pakarti Mangkunegaran become one of the groups targeted by sojouners, to learn the art of traditional Javanese. Pakarti Mangkunegaran becomes an arena of intercultural communication. That intercultural communications then triggering an acculturation for them.
Kata Kunci : culture, arts, intercultural, communication, acculturation