Rekonstruksi Arsitektur Kompleks Kadipaten di Kampung Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta
WULANDARI RETNANINGTIYAS, Sektiadi, S.S., M.Hum.
2017 | Skripsi | S1 ARKEOLOGIPenelitian ini mengkaji arsitektur kompleks Kadipaten di masa lalu. Arsitektur dalam konteks ini bukan hanya sebatas pada bangunan, tetapi juga komponen kompleks lainnya seperti halaman, jalan, tembok keliling, serta vegetasi. Saat ini kompleks Kadipaten yang berada di timur keraton, tepatnya di wilayah Kampung Panembahan dan sekitarnya, telah nyaris hilang seluruhnya. Salah satu dari sedikit tinggalan komponen kompleks yang dapat dijumpai hingga kini dan cukup signifikan adalah Masjid Sela. Selain sisa bangunan dan strukur lainnya, di wilayah Kampung Panembahan dan sekitarnya terdapat banyak toponim yang di antaranya memiliki kaitan dengan kompleks Kadipaten. Sebuah denah lama karya Mintobudoyo yang dihasilkan melalui penyelidikan tahun 1941 telah menggambarkan tapak Kadipaten di masa lalu. Meski demikian, informasi yang terdapat dalam denah ini sangat terbatas, sehingga data arkeologis dan data sejarah lainnya diperlukan untuk dapat merekonstruksi arsitektur kompleks Kadipaten secara lebih lengkap. Maka, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai suasana kompleks Kadipaten di masa lalu, yang terbentuk dari tampilan fisik, keletakan, dan fungsi tiap-tiap komponennya. Penelitian ini menggunakan pendekatan arkeologi kesejarahan. Selain data arkeologis yang terdiri dari data artefaktual dan data toponim, serta data sejarah terdiri dari naskah jawa, laporan asing, dan sumber piktorial, digunakan pula data etnografi sebagai pembanding. Hasil dari kajian ini, kompleks Kadipaten memiliki komponen penyusun kompleks yang lebih lengkap dibandingkan dalem pada umumnya. Tampilan dan tata letak komponennya juga menunjukkan kehususan tersendiri. Hal ini sesuai dengan status dan peran penting kompleks Kadipaten pada masanya, yakni sebagai hunian putra mahkota yang berada satu tingkat di bawah keraton sebagai hunian sultan.
This research is reviewing the architecture of Dalem Kadipaten in the past. The term of architecture in this context not only discuss about buildings, but other components as well, such as; yards, pathways, walls, and vegetation. Nowadays, trace of this dalem located on the eastern side of the keraton, is about to vanish completely. One of a few remaining component that can be found today is Masjid Sela. Beside the construction remains, numerous toponyms which may have the linkages with Dalem Kadipaten in the previous period can also be found in Kampung Panembahan and its surrounding. An old sketch made by Mintobudoyo back in 1941 had already shown the structure of Dalem Kadipaten and its components in the past, but other detailed information has not been added yet. Along with archaeological and historical data, it is possible to reconstruct the architecture of Dalem Kadipaten in the past in more complete version. Thus, the research�s purpose is to re-picture the environment of this dalem, formed by the physical appearance, layout and function of each component. The approach of this research is historical archaeology. Besides archaeological data consisting artifacts and toponyms, historical data such as; Javanese literatures, reports, and pictorial sources are also used. Ethnographical data used as comparison to strengthen the interpretation about the structure and the physical appearance. The result is, dalem Kadipaten have more complete components than any other dalem. Its appearance and layout also have its own specificity. This suits the role and status of the dalem as a living quarter for the crown prince.
Kata Kunci : rekonstruksi, arsitektur, kadipaten / reconstruction, architecture, kadipaten