INOVASI KULINER LOKAL BERBAHAN BAKU KETELA POHON STUDI KASUS DI DESA NGAWU, KECAMATAN PLAYEN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
DUROH NURSYAMSI HALEDA, Dr. Bambang Hudayana, M.A
2017 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAUpaya pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam pengembangan industri kuliner lokal, khususnya pengolahan ketela pohon, sebagai sumber pangan alternatif di Kabupaten Gunungkidul telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Banyak ibu rumah tangga mulai tertarik mengembangkannya sebagai sumber pendapatan tambahan dengan cara membuka usaha yang bergerak pada sektor rumah tangga baik secara individu maupun bergabung dengan kelompok. Studi ini dirancang untuk menggali bagaimana pola usaha industri rumah tangga yang bergabung kedalam kelompok maupun yang individual, serta bagaimana bentuk-bentuk inovasi, kendala, tantangan dan solusi yang dilakukan oleh para pelaku usaha agar berkembang mengikuti situasi yang ada. Untuk memperoleh jawaban diatas maka studi ini mengambil kasus di desa Ngawu, Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul. Desa ini cukup representatif untuk menggali dinamika industri kuliner lokal baik yang bergerak secara individu atapun bergabung dengan kelompok. Studi ini menggunakan metode kualitatif dan observasi partisipasi pada tiga industri rumah tangga yang berbeda, untuk menemukenali segala aktifitas pengusaha mulai dari produksi hingga pemasaran. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni hingga Agustus 2014. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa produsen kuliner lokal berkembang karena inovasi diberbagai bidang dan jenis produksi seperti pada kemasan, cita rasa, warna, model produksi, pemasaran, menejemen kerja dan permodalan. Hasil inovasi itu lebih menonjol pada industri rumah tangga yang bergambung dengan kelompok dari pada industri rumah tangga yang bergerak secara individu. Hal ini menunjukan bahwa pemberdayaan melalui peningkatan kelompok dan modal sosial menjadi relevan untuk meningkatkan kesejahteraan produsen kuliner lokal.
The efforts made by the government and the stakeholders in the development of the local culinary industry, particularly in processing the cassava, as an alternative food source in Kabupaten Gunung Kidul has shown a significant development. There are many housewives who are interested in developing the cassava as an additional source of income by opening a home industry business either individually or in a group. Therefore, this study is designed to explore the pattern of domestic industry in both individual and group industry, as well as the many forms of the innovations, constraints, challenges, and solutions undertaken by them so that their businesses can thrive. To obtain the data for the problems above, this study took a sample of cases in the Ngawu village, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul. Ngawu village is quite representative to explore the dynamic of the local culinary industry in both individually and in groups. This study used qualitative methods and participatory observation by following all of the domestic industry activities from production to marketing. The study was conducted from June to August 2014. This study show that the development of the local culinary business is because of the innovation in various aspect, such as the packaging, the flavors, the color, the production type, the marketing, the management, and funding. The results of those innovations looks more prominent on the group domestic industry than on the individual domestic industry. It shows that the empowerment through increasing the group and social funding become relevant to improve the welfare of the local culinary industry.
Kata Kunci : kuliner lokal, perempuan, industri rumah tangga, inovasi, kendala.