Laporkan Masalah

Australia in Utilizing ANZUS in The Case of Rising China (2010 - 2015)

HANADIA PASCA YURISTA, Atin Prabandari, M.A. (I.R.)

2017 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Kerangka ANZUS sebagai aliansi telah dianggap obsolet pada masa sekarang. Namun, pada kenyataannya tidak demikian. ANZUS masih dianggap krusial dengan eksistensinya yang selalu muncul bahkan pada Buku Putih Kebijakan Pertahanan Australia pada tahun 2016. Tentunya, pentingnya ANZUS bagi Australia merupakan bagian dari standar pertahanan Australia yang dituntut untuk semakin strategis dengan meningkatnya ketidakpastian sekuritas regional akibat keberadaan Tiongkok dalam kasus ancaman maritim dan isu - isu geopolitik. Skripsi ini telah membuktikan bahwa Australia memanfaatkan ANZUS mencegah kekuatan Tiongkok dengan tiga strategi utama; (1) mengadopsi nilai dan keyakinan dari ANZUS, FONOPS (Kebebasan untuk Melakukan Operasi Penerbangan dan Navigasi), (2) pemaksimalan postur kekuatan militer regional , dan (3) dialog multilateral. Ketiganya menunjukkan bawah Australia mengambil strategi deterrence atau penangkisan terhadap Tiongkok, sekaligus mencapai stabilitas keamanan. Untuk dapat mengatasi dilema, Canberra tetap berpegang kepada pakta keamanan ANZUS dan di sisi lain menghargai kekuatan Beijing dengan mengadakan dialog komprehensif tentang keamanan. Penjelasan mengenai strategi Australia dan praktis kebijakan luar negeri melalui ANZUS untuk menghadapi Tiongkok memberikan perspektif akhir yang menunjukkan bahwa dinamisnya strategi Australia di Asia Pasifik merupakan manuver kompleks negara dengan kekuatan menengah. Cara Australia untuk menghadapi negara dengan kekuatan baru melalui ANZUS dapat menjadi contoh strategi bagi negara berkekuatan menengah lain.

The framework of ANZUS (Australian, New Zealand and the United States of America) alliance is claimed to be rather obsolete these days. However, the evidence shows otherwise. ANZUS is still being considered as important due to the inclusion of ANZUS in the recent Australian Defence White Paper (ADWP) released in 2016. Afterward, the agility standard of Australian security that has been increased due to regional security uncertainty, especially in the case of China with the exposed maritime threat and geopolitical issues. This thesis has proven that Australia utilizes ANZUS to deter emerging China in maritime threats by three main stratagems; (1) adopting the value and belief of ANZUS FONOPS (Freedom of Navigation and Overflight Operations), (2) maximizing force posture in the region, and (3) dialogue engagements via ANZUS. Three maneuvers insinuate that Australia is at the point of deterrence and pursuing security stability. To cope with the dilemma, Canberra keeps the old security pact of ANZUS, meanwhile acknowledging Beijing by creating ecumenical dialogue on security. Belaboring on the thorough explanation of the Australia's practice and strategy in working with the framework of ANZUS to face China, in the final section, the writer holds credence that dynamism of Australia's strategies in the region is a complex expose of middle power country maneuver. The way Australia to coping with the rising power by utilizing ANZUS might be useful for other middle power countries.

Kata Kunci : ANZUS, Australia, middle power, China, regional challenge, defence, deterrence, foreign policy.

  1. S1-2017-312610-abstract.pdf  
  2. S1-2017-312610-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-312610-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-312610-title.pdf