Laporkan Masalah

MODEL EKSPLOITASI PEKERJA ANAK JALANAN DI YOGYAKARTA DAN SLEMAN

MOHAMAD AKBAR AZIZ, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph. D

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Anak jalanan menjadi bagian terlupakan dari beberapa kebijakan yang dicetuskan oleh pemerintah. Penanganan anak jalanan di Indonesia hanya sebatas karitas bukan mementingkan keberlanjutan hidup anak jalanan, seperti perda gelandangan dan pengemis tahun 2014 yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Anak merupakan generasi penerus bangsa, anak mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, kehidupan yang layak serta tumbuh kembang. Pekerja anak di Yogyakarta dan Sleman mengabaikan hak-hak tersebut, mereka bekerja untuk menghidupi dirinya, beberapa dari mereka ada yang dipekerjakan oleh orang tuanya, temannya/ kakak asuhnya dan pemilik modal. Pekerja anak di Yogayakarta dan Sleman bekerja diatas enam jam sehari, mereka dipekerjakan untuk diperas tenaganya dan diambil upahnya, hal ini merupakan bentuk eksploitasi. Eksploitasi yang terjadi di Kota Yogyakarta dan Sleman tergolong unik, terdapat tiga model eksploitasi dengan motif yang berbeda. Diantaranya, eksploitasi kekeluargaan, eksploiitasi pertemanan dan eksploitasi pemilik modal. Motif eksploitasi kekeluargaan hanya bergantung pada in cash keluarga. Pertemanan, in cash, in kind dan seksual. Sedangkan yang terjadi pada eskploitasi pemilik modal menitikberatkan pada in cash dan seksual.

Street children are forgotten become part of the policy initiated by some governments. Handling of street children in Indonesia only a charity is not concerned with the sustainability of street children, such as regulations homeless and beggars in 2014 contained in Yogyakarta. Kids are the future generation, the right of children to education, health, decent life and growth. Child labor in Yogyakarta and Sleman ignore these rights, they work to support themselves, some of them were employed by his parents, his / her foster sister and owners of capital. Child labor in Yogayakarta and Sleman work over six hours a day, they are employed to power and taken his wages squeezed, it is a form of exploitation. Exploitation is happening in the city of Yogyakarta and Sleman is unique, there are three models ekssploitasi with different motive. Among them, the exploitation of kinship, friendship exploitation and exploitation of capital owners. Motif exploitation depends only on incash kinship families. Friendship, in cash, in kind and sexual. While that happens to focus on exploitation of the owners of capital in cash and sexual.

Kata Kunci : Anak Jalanan, Hak Anak, Pekerja Anak, Eksploitasi, Model, Motif, In Cash, In Kind, Seksual. ,Street children, the right of children, child labour, exploitation, models, motif, In Cash, In Kind and Sexsual.

  1. S1-2017-347739-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347739-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347739-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347739-title.pdf