Strategi Pengembangan Pariwisata Kota Magelang
VIONA AMELIA, Drs. John Suprihanto, MIM, Ph.D; Dr. Ir. Djoko Wijono, M.Arch
2017 | Tesis | S2 Kajian PariwisataDalam rangka mendorong pengembangan pariwisata Kota Magelang. Disporabudpar menetapkan Rencana Strategis (Renstra) sebagai dokumen perencanaan pengembangan. Dokumen tersebut mencantumkan berbagai aspek mulai dari visi hingga daftar rencana program kegiatan. Upaya pengembangan pariwisata yang tercantum dalam Renstra Pariwisata Kota Magelang 2011-2015 bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya jual pariwisata Kota Magelang. Namun pada pelaksanaannya terindikasi adanya kesenjangan hasil kinerja dari progam kegiatan pengembangan pariwisata. Berdasarkan latar belakang tersebut tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya kesenjangan capaian kinerja dalam pelaksanaan Renstra, agar dimasa mendatang dapat meminimalkan terjadinya permasalahan yang berulang. Serta memberikan rekomendasi yang tepat untuk mengatasi kesenjangan yang terjadi dalam pelaksanaan Renstra Pariwisata Kota Magelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggunakan dua sumber data yakni, data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari partisipan atau narasumber yang dilakukan secara purposive. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai literatur yang berhubungan dengan berbagai sumber referensi yang berkaitan dengan data-data pariwisata Kota Magelang. Dalam penelitian ini, evaluasi strategi dan SWOT digunakan sebagai alat analisa. Evaluasi strategi merupakan proses dimana hasil kinerja dimonitor dan dibandingkan dengan harapan yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiga program pengembangan pariwisata Kota Magelang, terdapat sejumlah kegiatan yang tidak berhasil dilaksanakan, bahkan tidak dilaksanakan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesenjangan hasil kinerja adalah (1)Perubahan misi, tujuan dan strategi didalam Renstra, (2) Keterbatasan anggaran, dan (3) Keterbatasan SDM. Hal inilah yang menjadi sebab terjadinya kesenjangan hasil kinerja yang cukup signifikan. Sebagai lembaga pemerintahan yang mengelola bidang pemuda & olahraga, kebudayaan dan pariwisata, Disporabudpar memiliki peran yang sangat kompleks. Tentu dalam melaksanakan peran tersebut resiko kegagalan pencapaian, persaingan, kurangnya sumber daya dan sumber dana, menjadi rangkaian permasalahan yang harus dihadapi. Namun upaya perluasan jaringan kerjasama dengan investor/swasta dan pelatihan kompetensi bagi staff dapat dijadikan rekomendasi untuk mengurangi permasalahan dalam pelaksanaan Renstra untuk masa yang akan datang.
In order to promote tourism development in Magelang. Disporabudpar established a Strategic Plan as a development planning document. This document contains many aspects, ranging from the vision of development to the list of programs planned to implement. The means of tourism development, which is listed in The Strategic Tourism Plan of Magelang 2011-2015, aimed to enhance quality and improve competitiveness of tourism sector in Magelang. However, there seems to be a gap between the development plans and its implementation in the field. This study used a qualitative approach sourced from primary and secondary data. The primary data was obtained from participants or resource persons who were interviewed purposively. The secondary data were obtained from some literature related to tourism activities in Magelang. In this study, strategy evaluation and SWOT analysis were used as analysis tools. The results showed that at three tourism development program Magelang city, there are a number of activities that are not successfully implemented, even not implemented. Several factors which lead to gap existence are, (1) Inconsistent changes made to the mission, objectives and established strategies (2) Limited operational budget (3) Limited qualified human resources. As a government department, Disporabudpar have a very complex role. It is definitely difficult to carry out the role when failure of achievements, limited resources and limited budget become the main problems they have to deal with. However, networking expansion with public or private investors, and competency skills training for staffs may be good recommendations to limit problems occurred in the implementation of Strategic Planning in the future.
Kata Kunci : Strategi pengembangan, Renstra, Faktor kesenjangan