ANALISIS BIAYA SOSIAL PERPINDAHAN TERMINAL LINTAS ANDALAS DI KOTA PADANG
ROZA YULIA SARI, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, MS
2017 | Tesis | S2 Manajemen dan Kebijakan PublikTerminal sebagai prasarana transportasi memiliki fungsi utama sebagai tempat pergantian angkutan untuk mendukung jalannya perekonomian. Pada tahun 1970 hingga 2002 Kota Padang memiliki Terminal Lintas Andalas sebagai terminal utama. Terminal tersebut terletak di daerah pusat bisnis (CBD) dan bersebelahan dengan pasar utama kota Padang. Padatnya kegiatan pada terminal membuat Pemerintah Kota Padang mengeluarkan kebijakan untuk memindahkan fungsi terminal regional dari Terminal Lintas Andalas ke Terminal Regional Bingkuang. Kebijakan tersebut juga dilakukan untuk meratakan pembangunan perekonomian kota Padang hingga ke daerah suburban. Setiap pelaksanaan kebijakan tentu memiliki dampak yang dirasakan oleh masyarakat. Apalagi setelah pindah ke Terminal Regional Bingkuang, terminal tersebut hanya digunakan oleh masyarakat dalam waktu yang singkat. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti melakukan penelitian mengenai Analisis Biaya Sosial Perpindahan Terminal Lintas Andalas di Kota Padang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan survei. Periode penelitian adalah sejak tahun 2003 sampai 2015. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat empat pihak yang mengalami dampak atas perpindahan terminal. Pihak-pihak tersebut adalah Pemerintah Kota Padang, pengguna angkutan, pedagang pasar, dan pengelola bus. Pemerintah Kota Padang mengeluarkan biaya langsung untuk pembangunan Terminal Regional Bingkuang sebanyak Rp. 9.500.000.000. dan biaya tidak langsung retribusi terminal sebanyak Rp.39.908.129.020. Di sisi lain, pengguna angkutan mengalami kerugian biaya sebanyak Rp.139.859.388.000 dan biaya yang tidak dapat dihitung, yaitu kemacetan. Selain itu, pedagang pasar menderita kerugian sebanyak Rp.3.875.086.000. Kemudian kerugian pengelola bus adalah Rp.759.377.408. Total kerugian yang dialami oleh keempat pihak tersebut adalah biaya langsung sebanyak Rp. 9.500.000.000. dan biaya tidak langsung sebanyak Rp184.401.980.428. Berdasarkan asumsi biaya sosial dapat dilihat bahwa perpindahan terminal menimbulkan biaya sosial yang cukup signifikan pada masyarakat. Biaya Sosial tersebut timbul karena perencanaan perpindahan yang tidak terintegrasi dengan dukungan jalur yang baik, sarana angkutan umum dan fasilitas umum yang memadai. Perpindahan terminal juga kurang mempertimbangkan dimensi sosial seperti pola pergerakan masyarakat serta menyesuaikannya dnegan kebutuhan masyarakat. Untuk itu pemerintah perlu membangun sebuah terminal baru dengan mempertimbangkan integrasi dengan kebijakan lain, pertimbangan dimensi sosial serta menggunakan analisis biaya sosial sebagai alat Studi Kelayakan.
Terminal as transport infrastructure has a primary function as a transport interchange to support economy sector. From 1970 to 2002 Padang City has Lintas Andalas Padang Terminal as the main terminal. This terminal is located in Central Business District (CBD) and close to the main market of Padang. The density of activity in terminal makes Padang City Government issued a policy to transfer the functions of the regional terminal Terminal to Terminal Regional Lintas Andalas Bingkuang. The policy was also made to grow the economic development to the suburbs area. Every policy implementation would have impact the community. Especially it is only used in a short time after relocated to Terminal Regional Bingkuang. Based on this background, the Social Cost Analysis of Terminal Lintas Andalas Relocation in Padang City research is conducted. The method used is descriptive qualitative method, while the data collection techniques are observation, interviews, documentation, and surveys. The study period was from 2003 to 2015. Based on research, there are four parties who have been affected on terminal relocation. These parties are the Government of Padang, transport users, market traders and bus actors. Padang City Government issued a direct cost for the construction of Terminal Regional Bingkuang for Rp. 9.500.000.000 and indirect costs of terminal charges as much as Rp.39.908.129.020. On the other hand, transport users suffered losses Rp.139.859.388.000 and congestion as intangible costs. Market traders suffered losses of Rp.3.875.086.000. Then bus actors loss is Rp.759.377.408. The total loss suffered by the four parties are: the direct costs Rp. 9.500.000.000 and indirect costs Rp184.401.980.428. The Social Costs incurred in terminal relocation because the planning was not integrated with the support of good paths, nor good public transportation and public facilities. Terminal relocation are also have a less consideration to social dimension such as the movement patterns of society and the needs of the community. Therefore, the government needs to build a new terminal by considering integration with other policies, consideration of the social dimension as well as using social cost analysis as a tool Feasibility Study.
Kata Kunci : Perpindahan Terminal, Terminal Kota Padang, Biaya Sosial, Perencanaan Terminal, Terminal Relocation, Terminal Kota Padang, Social Cost, Terminal Planning