Laporkan Masalah

PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI PADA INFEKSI LUKA OPERASI DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH ISLAM CAWAS

EVAN ARIF RAHARJO, Dr. Dra. Erna Kristin, M.Si.; Dr.dr. Andreasta Meliala, M.Kes., MAS

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang dan Tujuan : Berdasarkan hasil yang dilakukan Departemen Kesehatan RI bersama WHO ke rumah sakit-rumah sakit di Provinsi/Kabupaten/Kota disimpulkan bahwa Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit (KPPIRS) selama ini belum berfungsi optimal sebagaimana yang diharapkan. Penelitian juga menunjukkan bahwa anggota Komite belum memahami dengan baik, tugas, kewenangan, serta tanggung jawab yang harus dilaksanakan dalam lingkup pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit. (Depkes RI, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) terhadap angka infeksi luka operasi (ILO) di Rumah Sakit Khusus Bedah Islam (RSKBI) Cawas. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional yang mengambil data dari rekam medis satu bulan sebelum program PPI dijalankan oleh rumah sakit dan satu bulan setelah program PPI secara efektif telah diterapkan oleh rumah sakit. Penelitian dilakukan di RSKBI Cawas. Subjek penelitian adalah semua pasien yang telah menjalani operasi dan dirawat inap di RSKBI Cawas pada rentang pengambilan data. Hasil : Sebelum pelaksanaan program PPI, angka ILO didapat 24,7% pasien yang mengalami ILO, angka ini turun setelah pelaksanaan program PPI menjadi 9,4% dengan p<0,05. Faktor risiko yang kemungkinan memiliki hubungan dengan kejadian ILO adalah jenis tindakan cito dan lama operasi >120 menit. Kesimpulan : Pelaksanaan program PPI menyebabkan penurunan angka kejadian ILO di RSBI Cawas.

Background and Purpose : Based on the report done by Indonesian Ministry of Health along with World Health Organization (WHO) about hospitals on many Provinces/District/City, could be concluded that the Committee of Hospital Infection and Prevention Control (KPPIRS) was not optimally functioned as expected. This research also showed that committee member have not yet understood their duty and responsibility well (Depkes RI, 2008). This research aims to identify the implementation of Infection Prevention and Control Program (PPI) on Surgical Site Infection (ILO) in Islam Cawas Special Hospital for Surgery (RSKBI Cawas). Methods: This study was an analytic observational one with cross sectional approach which data was taken from medical record one month before PPI program implemented and one year after. This study was done on RSKBI Cawas. Result: Before the implementation of PPI program, ILO figure was 24,7%, which decreases after implementation to 9,4% (p<0,05). Risk factors that possibly have correlation with ILO were cito operation and >120 minutes operation length.

Kata Kunci : Infeksi luka operasi, program pengendalian dan pencegahan infeksi, PPI, Surgical site infection, infection prevention and control program

  1. S2-2017-352606-abstract.pdf  
  2. S2-2017-352606-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-352606-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-352606-title.pdf