Laporkan Masalah

KAJIAN INDEKS MASSA TUBUH DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN DAN INTENSITAS DYSMENORRHEA PADA SISWI SMP DI BANTUL DAN KOTA YOGYAKARTA

JOSHUA ANDREW, Dra. Neni T. Rahmawati, M. Kes., Ph. D.; Janatin Hastuti. S. Si., M. Kes., Ph. D.

2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang : dysmenorrhea adalah nyeri terkait menstruasi yang merupakan keluhan terkait menstruasi terbanyak yang dialami wanita. Dysmenorrhea dapat dipengaruhi oleh gaya hidup, seperti status gizi dan aktivitas fisik. Gaya hidup yang dimiliki setiap orang dapat dipengaruhi tempat tinggalnya. Tujuan : mengetahui perbedaan indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik, kejadian dysmenorrhea, dan intensitas dysmenorrhea pada anak di daerah rural dan urban, serta mengetahui hubungan IMT dan aktivitas fisik dengan kejadian dan intensitas dysmenorrhea. Metode : penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional. Data IMT diambil dengan pengukuran langsung, sedangkan data kejadian dysmenorrhea menggunakan kuisioner, data aktivitas fisik menggunakan kuisioner adaptasi Adolescent Physical Activity Questionnare (APARQ) dan intensitas dysmenorrhea diambil dari kuisioner adaptasi Verbal Rating Scale. Analisis perbedaan IMT, aktivitas fisik, dan intensitas dysmenorrhea rural dan urban, dan hubungan IMT dan aktivitas fisik dengan kejadian dysmenorrhea menggunakan uji Mann-Whitney, analisis perbedaan aktivitas fisik rural dan urban menggunakan uji Chi-Square, dan analisis hubungan IMT dan aktivitas fisik dengan intensitas dysmenorrhea menggunakan uji Spearman. Hasil : ada perbedaan bermakna pada IMT, aktivitas fisik, dan intensitas dysmenorrhea antara siswi di daerah urban dan rural (p<0,05). Ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan intensitas dysmenorrhea (p<0,05) dengan nilai korelasi negatif. Kesimpulan : ada perbedaan IMT, aktivitas fisik, dan intensitas dysmenorrhea pada anak di daerah rural dengan urban. Semakin banyak aktivitas fisik yang dilakukan akan menurunkan kemungkinan terjadinya dysmenorrhea dan menurunkan intensitas dysmenorrhea pada anak.

Background : dysmenorrhea is menstruation related pain which is the most common menstruation related complain suffered by women. Dysmenorrhea can be affected by lifestyle, such as nutritional status and physical activity. Lifestyle can be affected by residential area, for example children who live in rural area may have a different lifestyle with urban area. Objective : to know the differences in body mass index (BMI), physical activity, the incidence of dysmenorrhea, and the intensity of dysmenorrhea among children in rural and urban area, and to know the correlation between BMI, physical activity and the incidence and intensity of dysmenorrhea. Method : this research conducted in cross-sectional method. BMI directly measured to the subject, the incidence of dysmenorrhea acquired from a questionnare, physical activity acquired from a questionnare adapted from Adolescent Physical Activity Questionnare (APARQ) and the intensity of dysmenorrhea acquired from a questionnare adapted from Verbal Rating Score. Difference in BMI, physical activity, and the intensity of dysmenorrhea between children in rural and urban area, and correlation between BMI, physical activity and the incidence of dysmenorrhea analyzed using Mann-Whitney test, difference in the incidence of dysmenorrhea between children in rural and urban area analyzed using Chi-Square test, and correlation between BMI, physical activity and the intensity of dysmenorrhea analyzed using Spearman test. Result : there are significant differences in BMI, physical activity, and the intensity of dysmenorrhea among students in rural and urban area (p<0,05). There is a significant relationship between physical activity and the intensity of dysmenorrhea (p<0,05) with a negative correlation value. Conclusion : differences are found in BMI, physical activity, and the intensity of dysmenorrhea among children in rural and urban area. Enhancement in physical activity can decrease the intensity of dysmenorrhea in children.

Kata Kunci : indeks massa tubuh, aktivitas fisik, body mass index, physical activity, dysmenorrhea

  1. S1-2016-348775-abstract.pdf  
  2. S1-2016-348775-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-348775-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-348775-title.pdf