Laporkan Masalah

Dinamika Antar Aktor Dalam Implementasi Pengembangan Pariwisata Di Kabupaten Natuna

ERIEK PRAYOGIE, Prof. Dr. M. Baiquni, MA

2017 | Tesis | S2 Administrasi Publik

Kabupaten Natuna merupakan Kabupaten dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar selain migas dan perikanan, potensi yang tidak kalah besar adalah potensi wisata alam atau bahari. Meskipun secara geografis terletak pada kawasan terluar Indonesia akan tetapi terdapat pula minat wisatawan untuk datang ke Kabupaten Natuna. Akan tetapi dari potensi wisata alam yang besar tersebut belum terlihat pengembangan yang signifikan dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat lokal. Meskipun sudah terdapat PERDA NO.5 Tahun 2012 tentang Rencana induk pengembangan objek wisata daerah (RIPPDA) sebagai dasar pengembangan pariwisata di Kabupaten Natuna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktor-aktor yang terlibat dan sejauh mana keterlibatan antar aktor dalam pelaksanaan pengembangan pariwisata khususnya di kawasan wisata bahari unggulan Kabupaten Natuna. Jenis penelitian ini adalah deskriftif kualitatif yaitu suatu bentuk penelitian untuk mendeskrifsikan fenomena yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan aktor dari sektor pemerintah, swasta dan kelompok masyarakat lokal dan dokumentasi berupa laporan ataupun foto-foto yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Hasil studi menunjukan bahwa Dinamika Antar aktor dalam implementasi pengembangan pariwisata Kabupaten Natuna dilihat berdasarkan keterlibatan dan interaksi aktor dalam implementasi pengembangan objek dan masyarakat destinasi kawasan pariwisata masih dinilai kurang dinamis hal ini karena kurangnya kerjasama dan dukungan antara aktor-aktor seperti dari sektor Pemerintah yang mana Pemerintah Daerah yang hanya memberikan sumbangan APBD belanja langsung untuk bidang pariwisata yaitu hanya 0,30% - 1,03% dari total belanja langsung kegiatan bidang kepariwisataan untuk tahun 2011-2015. Selain itu, kurangnya kesadaran dari kelompok masyarakat lokal sebagai pelaksana tentang pentingnya pengembangan objek kawasan wisata di daerah dan tidak adanya keterlibatan investor swasta menjadikan pengembangan yang dilakukan terbilang lamban. Adapun aktor-aktor yang terlibat dalam pengembangan objek dan masyarakat destinasi kawasan pariwisata Kabupaten Natuna yaitu Kemenparekraf, Dinas Pariwisata Provinsi Kepualauan Riau, Bupati Natuna, Bappeda, Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, pihak perhotelan, investor bidang pariwisata, masyarakat lokal sekitar objek wisata dan pemilik lahan serta Pokdarwis Teluk Selahang, Bintang Laut dan Batu Kasah. Berdasarkan hasil dari penelitian, adapun saran yang ditawarkan oleh peneliti yaitu diperlukannya komitmen dari aktor-aktor yang terlibat dalam rangka pengembangan objek dan masyarakat kawasan wisata Kabupaten Natuna. Aktor-aktor tersebut sebaiknya saling memberikan dukungam satu sama lain dalam pelaksanaan pengembangan kawasan wisata bahari unggulan seperti dukungan finansial dan fasilitas yang lebih besar dari sektor Pemerintah Daerah dan adanya dukungan dan antusias yang besar dari kelompok masyarakat yang terlibat sehingga akan mempercepat pengembangan kawasan wisata di Kabupaten Natuna.

Natuna is a district with very large potential of natural resources. Not only oil, gas and fisheries, but also nature tourism or maritime has good potential. Although it is geographically located in the outer area of Indonesia but there are also tourists to come to Natuna. Though within great natural tourism potential, there has not seen a significant development carried out by the Local Government and local communities. Although there have been PERDA NO.5 of 2012 on tourism development master plan area (RIPPDA) as the basis for tourism development in Natuna. This study aims to determine the actors involved and the extent of involvement between actors in the implementation of tourism development especially in the area of excellent maritime Natuna. This type of research is a form of qualitative descriptive study to describe phenomena that exist in the field. Data was collected through interviews with actors from the government sector, private sector and local community groups and documentation in the form of reports or photographs related to the research objectives. The study results showed that the dynamics of the Inter-actors in the implementation of tourism development Natuna be based on the participation and interaction of the actors in the implementation of object development and community destination tourism region is still considered less dynamic this case because of a lack of cooperation and support between actors such as from the public sector which the Government areas that contributed only direct expenditure budget for tourism is only 0,30% - 1,03% of the total direct expenditure activities in the field of tourism for the years 2011-2015. Moreover, the lack of awareness of local community groups, as the executor of the importance of object development of tourist areas in the region and the absence of involvement of private investors make development carried out fairly slow. As for the actors involved in the development of object and community destination tourism region Natuna is Kemenparekraf, the Provincial Tourism Office Riau Islands, Regent Natuna, Bappeda, Department of Tourism Natuna regency, the hospitality, investors in tourism, local communities surrounding attractions and landowners as well as the Pokdarwis Teluk Selahang, Bintang Laut and Batu Kasah. Based on the results of the research, as for the suggestions offered by the researchers is the need for the commitment of the actors involved in the development of objects and people Natuna tourist areas. These actors should give support each one to another in the implementation of the development of nautical tourism featured as financial support and facilities to the larger sector Local Government and their support and enthusiasm of the community groups involved so that it will accelerate the development of tourism in Natuna Regency.

Kata Kunci : Aktor, Analisis Aktor, Implementasi Pengembangan Pariwisata, Kabupaten Natun

  1. S2-2017-370938-abstract.pdf  
  2. S2-2017-370938-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-370938-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-370938-title.pdf