Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Hutan Kabupaten Pakpak Bharat Terhadap Aspek Ekonomi, Sosial dan Lingkungan Fisik
ANNI L.L. TOBING, Deva F. Swasto, S.T.,M.Sc.,PhD; M. Sani R., S.T, M.Eng.,D.Eng.
2017 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahBerdasarkan SK. Menhut No. 579/Menhut-II/2014, 80,51% Kabupaten Pakpak Bharat merupakan kawasan hutan negara. Hal ini menjadi dilema bagi pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pembangunan. Di lain pihak, sebahagian penggunaan lahan hutan di Kabupaten Pakpak Bharat terindikasi telah mengalami perubahan menjadi penggunaan lain. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Membandingkan perubahan penggunaan lahan hutan Kabupaten Pakpak Bharat pada Tahun 1990-2013 (sebelum pemekaran) dan Tahun 2003-2014 (setelah pemekaran) (2) Menilai dampak perubahan penggunaan lahan hutan terhadap aspek ekonomi, sosial dan lingkungan fisik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deduktif dan menggunakan metode kuantitatif-kualitatif. Penelitian menggunakan desain model paralel, dengan cara mencampur kuantitatif-kualitatif, tetapi independen untuk menjawab rumusan masalah yang sejenis. Data kuantitatif diperoleh dari data kuesioner dan data sekunder (dokumen, peta). Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Perubahan penggunaan lahan hutan Tahun 1990-2003 (sebelum pemekaran) adalah seluas 2,477.81 hektar, rata-rata 190,6 hektar per tahun. Sementara pada Tahun 2003-2014 mengalami peningkatan menjadi 3,486.60 hektar; (2) Perubahan penggunaan lahan hutan berdampak positif terhadap ekonomi dan sosial masyarakat dengan dampak yang tidak signifikan; (3) Perubahan penggunaan lahan hutan berdampak negatif terhadap lingkungan fisik alamiah dengan dampak yang tidak signifikan. Perubahan penggunaan lahan hutan membawa dampak positif terhadap pemukiman/lahan terbangun dan infrastruktur dengan intensitas kecil. Ketersediaan infrastruktur khususnya infrastruktur jalan menjadi hal yang sangat penting guna memaksimalkan dampak perubahan penggunaan lahan hutan dari aspek ekonomi. Kejelasan status lahan menjadi hal yang sangat penting dalam memaksimalkan dampak sosial dan mengurangi dampak negatif lingkungan.
Based on the judgment of Forestry Minister No. 579 / Menhut-II / 2014, designated that 80.51% of Pakpak Bharat Regency are the state forest authority. This has been the dilemma for governments and communities to accelerated the development. On the other hand, some of forest land in Pakpak Bharat regency are indicated have been changed into other uses. This research aims to: (1) Comparing forest land use changes of Pakpak Bharat in 1990 to 2013 (before the territorial broadening) and in 2003 to 2014 (after the territorial broadening) (2) Appraising the impact of forest land use changes to economic, social and Phisical environmental. The study was conducted with a deductive approach and using the quantitative-qualitative. The Research was design with parallel model, which combines quantitative and qualitative methods by mixing together the two methods together, but independently answer the similar problem. Quantitative data obtained from the questionnaire data and secondary data (documents, maps). Qualitative data obtained from interviews and observations. The research results found that : (1) The forest land use change during the Year 1990-2003 (before the territorial broadening) are 2,477.81 hectares with average 190.6 hectares per year. While in the year 2003-2014 has increased due to 3,486.60 hectares; (2) The forest land use change had the positive impact on the economic and society with insignificant impact; (3) The forest land use change had the negative impact to the natural physical environment with insignificant impact. The forest land use change had the positive impact to accelerated the settlement/developed area and infrastructure with insignificant impact. The availability of infrastructure, especially road infrastructure becames very important in order to maximizing the impact of The forest land use change to accelerate economic aspects. The clarity of land status was very important in maximizing the social impact and reduce negative environmental impacts.
Kata Kunci : perubahan penggunaan lahan, dampak ekonomi, dampak sosial, dampak lingkungan fisik