Laporkan Masalah

Asrama sebagai Keluarga : Menciptakan Suasana Kekeluargaan dalam Kehidupan Berasrama di Asrama Aceh Meurapi Duwa

RIZKY KADAR RESKANA, Drs. Pande Made Kutanegara., M.A.

2017 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Asrama Aceh Meurapi Duwa adalah asrama provinsi berlokasi di Yogyakarta yang sudah berdiri sejak 16 April 1949. Asrama ini dikhususkan untuk pelajar putra yang akan menempuh studi di Yogyakarta. Asrama ini membantu pelajar yang berasal dari luar kota ketika mereka baru pertama kali merantau. Kegiatan di dalam asrama ini mendorong sebuah keakraban yang terjalin sesama perantauan dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dalam bingkai kekeluargaan. Bingkai tersebut dilakukan melalui sebuah program pendidikan lewat organisasi asrama yang kiranya mendukung proses pendewasaan diri mahasiswa Aceh di Yogyakarta. Tulisan ini ingin mengetahui bagaimana pengelolaan Asrama Aceh Meurapi Duwa, bagaimana pandangan dan interaksi penghuni asrama terhadap lingkungan asrama Aceh Meurapi Duwa, dan bagaimana peran asrama dalam menciptakan suasana kekeluargaan dalam kehidupan berasrama. Metode pengumpulan data dalam tulisan ini menggunakan metode etnografi meliputi observasi partisipasi, wawancara mendalam terkait sejarah hidup, dan studi pustaka. Observasi partisipatoris dilakukan dengan jalan terlibat dalam kegiatan informan di asrama. Wawancara mendalam dipakai oleh penulis untuk melengkapi data yang diperoleh dari observasi partisipatoris. Studi pustaka dipakai oleh penulis untuk, mendukung, melengkapi atau menyempurnakan data yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan asrama berpijak pada hukoem adat namun mengalami penyempurnaan tiap kepengurusan. Hal ini memungkinkan asrama dikelola secara demokratis mengikuti perkembangan jaman dengan berlandas pada hukoem adat. Langkah ini membuat pendidikan di asrama bisa diupayakan tidak keluar dari nilai dan norma yang ditetapkan oleh hukoem adat. Selanjutya, penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan dan interaksi penghuni dengan penghuni lain di asrama melalui perantara simbolik baik materi dan atau non materi. Jalur masuk itu yang membuat kondisi antar satu orang dengan orang lain berbeda-beda. Terakhir, peran asrama mengembangkan potensi anggota melalui divisi-divisi dalam organisasi kepengurusan asrama. Pengembangan itu mendidik dengan jalan menjaga konsistensi berkegiatan, mendorong anggota atau penghuni bertanggung jawab atas organisasi yang diikuti.

Aceh student dormitory namely Asrama Aceh Meurapi Duwa is a dormitory located in Yogyakarta which has been established since 16 April 1949. It is reserved for Acehnese male student only which are studying in Yogyakarta and it helps the student to adapt to the environment when they firstly arrived. Many activities conducted in this dormitory lead to build intimacy among all members which are from Province of Aceh, Indonesia, in the frame of kinship. That frame is constructed through the education-related programs under the authority of dormitory organization which will support the self-maturation process of Aceh student in Yogyakarta. This study aims to observe the way Aceh student managing their dormitory, the view and interaction of dormitory members to surrounding environment, and role of dormitory in creating kinship atmosphere in dorm life. In this study, data collecting method used was the method of ethnography which consist of participatory observation, profound interview related to life history, and literature study. Participatory observation was conducted in a way of being involved in dormitory activities as an informant. In depth interview was used by the author for completing the data obtained from participatory observation. Lastly, literature study was used to support and perfect the data from the field. The result showed that dormitory management is based on hukoem adat (traditional law) which has always been being improved in every period of organization committee. This will enable the dormitory to be managed democratically following current development and based on hukoem adat. This policy keeps the education in dormitory not to exceed the value and norm defined in hukoem adat. Moreover, this study showed that view and interaction among the members occurred through symbolic mediator, including material and/or non-material. Those lanes created different conditions of every dormitory members. Finally, the dormitory has a role in developing the potency of every member through divisions in the organizational committee. Those developments educates the dormitory members in keeping the activities to be consistent and motivate members to be responsible upon the organization they are taking care of.

Kata Kunci : Aceh, Mahasiswa, Asrama, Yogyakarta

  1. S1-2017-285770-abstract.pdf  
  2. S1-2017-285770-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-285770-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-285770-title.pdf