Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI MODEL MAINTENANCE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (MQFD) UNTUK PENINGKATAN KINERJA MESIN TETRAPAK PT HEINZ ABC INDONESIA

REVIANA WISDA P, Dr. Nafis Khuriyati, STP, M.Agr; Dr. Henry Yuliando, STP, MM, M.Agr

2017 | Tesis | S2 Teknologi Industri Pertanian

PT Heinz ABC Indonesia (HAI) memproduksi produk ready to drink (RTD) dimana peralatan mekanis yang paling krusial untuk melakukan aktivitas produksinya adalah mesin Tetrapak. Pemeliharaan dengan strategi yang baik mutlak harus dilakukan, salah satunya dengan lebih fokus pada perbaikan final folder station chain breakdown yang merupakan major downtime pada mesin Tetrapak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh prioritas perbaikan untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan mesin, serta mengukur efektivitas perbaikan yang diimplementasikan dengan menghitung nilai parameter pemeliharaan Total Productive Maintenance (TPM). Maintenance Quality Function Deployment (MQFD) menghasilkan keputusan strategis yang didasarkan atas suara pengguna, delapan pilar TPM, serta parameter pemeliharaan TPM. Suara pengguna diperoleh dari wawancara secara mendalam kepada internal user (RTD spv, line leader, dan teknisi) untuk membangun kuesioner yang digunakan untuk menentukan prioritas aspek kualitas pemeliharaan. Suara pengguna yang telah diprioritaskan tersebut, selanjutnya diterjemahkan oleh external user (Production Manager, Maintenance Manager, Maintenance Planner, Continuous Improvement Spv, dan RTD Spv) ke dalam bahasa teknis yang akan diterapkan oleh bagian pemeliharaan untuk memperbaiki kualitas pemeliharaan. Penentuan prioritas aspek kualitas pemeliharaan dan bahasa teknis dilakukan dengan pembuatan House of Quality (HOQ). Perhitungan parameter pemeliharaan TPM (OEE, %Availability, Mean Time To Repair, dan Mean Time Between Failure) dilakukan sebelum dan setelah implementasi perbaikan untuk mengukur tingkat keberhasilan perbaikan yang diimplementasikan. Model MQFD menghasilkan suatu perbaikan yang berfokus untuk mengurangi final folder station chain breakdown yaitu dengan membuat Visual Working Instruction dan Form Checklist Maintenance. Perbaikan yang dilakukan mampu meningkatkan %Availability sebesar 9.47%, menurunkan nilai MTTR sebesar 35%, meningkatkan nilai MTBF sebesar 85%, dan meningkatkan nilai OEE sebesar 2.34%. Berdasarkan uji beda nyata pada nilai parameter TPM sebelum perbaikan dan setelah perbaikan diimplementasikan diketahui bahwa kedua nilai tersebut berbeda nyata, yang artinya perbaikan yang diimplementasikan dapat meningkatkan nilai parameter TPM secara signifikan.

Heinz ABC Indonesia produces ready-to-drink (RTD) products where the most crucial mechanical tool to the production activity is Tetrapak machine. Maintenance with a good strategy should be absolutely performed, one of which is to pay more focus on the final folder chain breakdown repair which is a major downtime on Tetrapak machine. The objective of this research was to obtain an improvement priority in order to improve the quality of maintenance machine, and to measure the effectiveness of improvement implementation by calculating the parameter value of Total Productive Maintenance (TPM). Maintenance Quality Function Deployment (MQFD) produces strategic decisions based on the voice of customers, the eight pillars of TPM, and TPM parameters. The voice of customers was gained from in-depth interviews to the internal users (RTD spv, line leaders, and technicians) in order to build questionnaires used to determine the priority aspects of maintenance quality. The prioritized voice of customers was later translated by external users (Production Manager, Maintenance Manager, Maintenance Planner, Continuous Improvement SPV and RTD Spv) into the technical language to be applied by the maintenance department to improve the maintenance quality. The determination of priority aspects of the maintenance quality and technical language was conducted by creating House of Quality (HOQ). The calculation of TPM maintenance parameter (OEE, %Availability, Mean Time to Repair, and Mean Time between Failure) was done before and after the improvements implementation for measuring the success rate of the implemented improvement. MQFD model produces focused improvements on reducing the final folder station chain breakdown by creating Visual Working Instruction and Form Checklist Maintenance. The improvements made were able to increase %Availability by 9.47%, decrease the MTTR value by 35%, increase the MTBF value by 85%, and increase the OEE value by 2.34%. Based on real difference test to TPM parameter value before and after the improvements implemetation, it was known that both values were significantly different, meaning that improvements were able to increase the TPM parameters value significantly.

Kata Kunci : Maintenance Quality Function Deployment, Tetrapak, Total Productive Maintenance

  1. S2-2017-357294-abstract.pdf  
  2. S2-2017-357294-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-357294-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-357294-title.pdf