Studi tentang Kepuasan Kerja Karyawan Shuttle Si Thole di Kawasan Alun-Alun Utara dan Terminal Parkir Ngabean, Kota Yogyakarta.
NURROKHMAN, Prof. Dr.-Phil. Janianton Damanik, M.S
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Kebijakan Revitalisasi Alun-Alun Utara Yogyakarta pada tahun 2014 yang dilaksanakan oleh pemerintah memberikan dampak terhadap keberlangsungan aktivitas pedagang dan tukang parkir yang beroperasi di wilayah tersebut. Sebagian dari mereka beralih profesi dalam bidang transportasi shuttle yang beroperasi khusus di wilayah 'njero beteng' (Kawasan Kraton dan sekitarnya) dengan nama Si Thole. Keberadaan transportasi shuttle ini berdampak pada adaptasi terhadap pekerjaan baru dari sektor informal ke sektor formal. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kepuasan dalam bekerja yang dijalankan oleh karyawan alih profesi tersebut. Kepuasan kerja yang dimaksud menggunakan modifikasi konsep Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) dilihat dari lima aspek yaitu: penguasaan pekerjaan, kompensasi, status sosial, dukungan sosial, dan pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan jenis kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam terhadap informan yang bekerja sebagai manajer, pengemudi, dan petugas halte; observasi; dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja di Si Thole menyatakan puas atas pekerjaannya. Kepuasan dilihat dari aspek pekerjaan yang dijalani, dukungan sosial dari rekan kerja, dan aspek latar belakang pendidikan yang ditempuh. Namun demikian, pada aspek dukungan keluarga terdapat ketidakpuasan karena faktor alokasi waktu yang kurang seimbang antara pekerjaan dan keluarga. Selain itu, pada aspek kompensasi, pekerja menyatakan puas bukan karena nominal gaji yang diterima, melainkan adanya sikap nrima dan kesempatan untuk memperoleh penghasilan tambahan dari jenis usaha yang lain. Pada aspek status sosial, tidak memberikan kepuasan bekerja, khususnya bagi karyawan yang tinggal jauh dari wilayah 'njero beteng'. Sebaliknya, karyawan yang tinggal di wilayah 'njero beteng' merasa status sosial mampu memberikan kepuasan bekerja karena persepsi masyarakat sekitar yang menganggap bekerja di Si Thole memiliki nilai prestise.
Revitalization Policy of Alun-Alun Utara Yogyakarta in 2014 by the government give an impact to the activity of street vendors and parking operator in that area. Some of them, switch professions to the field of shuttle transport that operates in the region of 'njero beteng' (Kraton Region and vicinity) named Si Thole. The existence of this shuttle transportation impact on the adaptation to the new jobs from the informal sector into the formal sector. This study intends to find satisfaction in the work by the employee over the profession. Job satisfaction is seen from modified Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) with five aspects: job mastery, compensation, social status, social support, and education. This research method using qualitative method. Data collection techniques using depth interviews with informants who worked as a manager, driver, and the stops officer; observation; and documentation. The results showed that employees working in Si Thole expressed satisfaction into aspects of the job mastery, social support from co-workers, and aspects of the educational background. However, the aspect of family support there is dissatisfaction because of the lack of work-family balance. In addition, in the aspect of compensation, workers said they were satisfied it was not from a nominal salary received, but their Nrima attitude and the opportunity to earn additional income from other types of businesses. In the aspect of social status, it did not give the satisfaction of work, especially for employees who lived away from the 'njero Beteng' region. Otherwise, employees who lived in the 'njero beteng' region, thought that social status may able to give work satisfaction among public perception, consider that working in Si Thole has prestige value.
Kata Kunci : kepuasan kerja, Si Thole, transportasi shuttle, njero beteng, karyawan