Laporkan Masalah

IDENTIFIKASI KESIAPAN DAN PENERIMAAN E-PARTICIPATION DI KABUPATEN KULON PROGO MENGGUNAKAN TECHNOLOGY READINESS ACCEPTANCE MODEL (TRAM)

ARITA HANDIYATI, Dr. Ridi Ferdiana, S.T., M.T. ; Hanung Adi Nugroho, S.T., M.E., Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Teknik Elektro

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah mempersiapkan berbagai media guna mempermudah masyarakat menyampaikan partisipasinya, baik secara tradisional melalui komunikasi langsung maupun melalui pemanfaatan TIK dalam format electronic participation atau e-participation. Keberadaan e-participation di Kabupaten Kulon Progo diharapkan mampu memperluas ruang dan peluang bagi masyarakat untuk menyampaikan partisipasinya, kapanpun dan di manapun. Meskipun telah diprogramkan sejak beberapa tahun lalu namun sampai dengan saat ini minat masyarakat untuk menggunakannya sangat rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesiapan dan penerimaan masyarakat terhadap e-participation dengan mempertimbangkan pengaruh norma subyektif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi melibatkan masyarakat yang telah menggunakan dan berpotensi menggunakan e-participation Pengambilan sampel ditentukan dengan metode simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner skala likert 6, sedangkan data dianalisis dengan metode analisis berbasis SEM �PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan masyarakat Kabupaten Kulon Progo terhadap penggunaan e-participation berada pada kelompok pioneer, persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan e-participation, serta norma subyektif sebagai variabel tambahan pada model berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan dan persepsi kegunaan sebesar dengan t-hitung 2,117 dan 3,051

The Government of Kulon Progo Regency has prepared a variety of media to facilitate public participation convey, either traditionally through direct communication and through the use of technology in electronic format on equity, or e-participation. The existence of e-participation in Kulon Progo is expected to expand the space and opportunity for the public to participation, anytime, anywhere. Although it has been programmed since a few year ago, but until now the public interest to use them is very low. This study aims to determine the readiness and community acceptance of e-participation by considering the influence of socialization and the role of the media. This study uses quantitative methods. Population involve people who have used and potentially use e-participation. Samples determined simple random sampling method. Collecting data using a Likert scale questionnaire, while the data were analyzed with SEM PLS. The study states that the Kulon Progo�s regency peoples ready to accept e-participation and included pioneer group. Perceived usefulness and perceived ease of use significantly influence the intention to use e-participation, as well as subjective norms as additional variables in the model significantly influence the intention to use and perceived usefulness with t-statistic 2.117 and 3.051.

Kata Kunci : e-government, e-participation, Technology Acceptance, Technology Readiness, Technology Readiness Acceptance Model, Partisipasi publik

  1. S2-2017-389243-abstract.pdf  
  2. S2-2017-389243-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-389243-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-389243-title.pdf