Pengaruh Pelatihan "S3EHATI" Terhadap Literasi Kesehatan Jiwa dan Keterampilan Konseling Dasar pada Peer Counselor
JIHAD WAFDA, 1. Diana Setiyawati, M.HSc.Psy., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 PSIKOLOGISebagian besar faktor risiko masalah kesehatan jiwa yang dialami remaja ditemukan di sekolah. Sekolah menjadi tempat penting untuk pengembangan kesadaran terhadap kesehatan jiwa. Sedikit sekali tenaga profesional yang melakukan langkah promosi kesehatan jiwa di sekolah. Penelitian ini mencoba mendidik tenaga non-profesional (dalam hal ini peer-counselor) agar dapat melakukan promosi kesehatan jiwa di sekolah (task shifting), dengan cara melakukan pelatihan S3EHATI untuk meningkatkan literasi kesehatan jiwa dan keterampilan konseling dasar bagi para calon peer-counselor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah untreated control group design with pre-test and postest. Penelitian ini menggunakan subjek remaja SMA kelas X yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (N=3) dan kelompok kontrol (N=3). Alat ukur yang digunakan adalah skala pengetahuan kesehatan jiwa, skala keyakinan kesehatan jiwa, dan lembar observasi attending behavior. Pelatihan S3EHATI terdiri dari 13 sesi yang dilaksanakan dalam 5 pertemuan. Penelitian ini menggunakan uji statistik non parametrik Mann Whitney U untuk membandingkan gain score antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasilnya pelatihan S3EHATI berpengaruh terhadap pengetahuan kesehatan jiwa (signifikan), tetapi tidak berpengaruh terhadap keyakinan kesehatan jiwa, dan keterampilan konseling dasar.
Most risk factors of mental health issues in adolescents can be found at schools. The school environment is an important place to develop mental health awareness. Unfortunately, not many professionals work to promote mental health in schools. This study attempted to educate non-professionals (in this case, peer-counselors) who can promote mental health in schools (as a form of task shifting) through the S3EHATI training to increase mental health literacy and improve the basic counseling skills of peer counselors. The method used in this research is untreated control group design with pre-test and post-test. This study involved adolescents in grade 10 as subjects; who were was divided into the experimental group (N = 3) and the control group (N = 3). Mental health literacy and beliefs, and attending behavior were measured with the knowledge of mental health scale, mental health belief scale, and observation of attending behavior, respectively. The S3EHATI training consists of 13 sessions held over five meetings. This study used a non-parametric statistical test Mann Whitney U to compare gain score between the control group and the experimental group. The study found the S3EHATI training to significantly affect peer counselors�knowledge of mental health, but not significant for mental health beliefs and basic counseling skills.
Kata Kunci : literasi kesehatan jiwa, attending behavior, peer-counselor