Laporkan Masalah

Perancangan Sistem Pengereman pada Gearbox KH-800 dan Tensioner Pada Satu Tuas di PT. Velasto Indonesia

NAUFAL SYAFIQ NOVIAN, Ir. Tarmono, M.T.

2016 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK MESIN SV

PT. Velasto Indonesia mengandalkan alat angkut dengan merek Wintor. Wintor terdiri dari dua varian, yaitu Wintor Explorer, dan Wintor Cross Hill (X-Hill). Saat ini PT. Velasto Indonesia sedang mengembangkan Wintor Cross Hill (X-Hill) yang masih dalam proses prototype. Salah satu masalah dari Cross Hill (X-Hill) adalah pada tensioner. Tensioner berfungsi untuk menjaga kestabilan belt yang menggabungkan dua pulley. Hal itu perlu diketahui penyebabnya agar didapatkan prototype yang lebih baik. Perbaikan dilakukan dengan cara perancangan tensioner dan rem pada satu tuas. Dengan menentukan torsi, kecepatan putar, tensioner, dan belt maka dapat diketahui berapa gaya maksmal dari tensioner dan rem. Tensioner berfungsi menjaga kekencangan rantai sentrik atau v-belt. Jika kekencangan rantai berubah-ubah akan berpengaruh pada kondisi putaran mesin. Chain tension berfungsi menjaga kekencangan v-belt dengan tepat dan tuas tensioner menjadi satu dengan rem tangan supaya ketika tensioner atau clutch off, unit posisi berhenti dan hand rem on sehingga tidak maju atau bergerak terutama ditanjakan atau turunan. Dari perhitungan di atas diketahui bahwa torsi yang paling besar adalah pada gigi kembali (R1) yaitu 1220,580409 Nm. Serta untuk menggerakan tuas tensioner dan rem sebesar 18,068 MPa.

PT. Velasto Indonesia relies a conveyance with brand Wintor. Wintor comprised of two variants, namely Wintor Explorer, and Wintor Cross Hill (X-Hill). Currently, PT. Velasto Indonesia is developing Wintor Cross Hill (X-Hill), which is still in the process of building prototypes. One of the problems of Cross Hill (X-Hill) is on the tensioner. Tensioner serves to maintain the stability of the belt which combines the two pulleys. It is necessary to know the cause in order to get a better prototype. Repairs done by designing tensioner and brake on a single lever. By determining the torque, velocity of the belt, tensioner and belt it can be seen how the maximum torque of the tensioner and brakes. This is because the tensioner which serves to maintain firmness centric chain or V-belt, if firmness fickle chain (loose-tight) will certainly affect the condition of the engine rotation, valve timing or ignition time, will also be changing. Tensioner lever into each handbrake when tensioner clutch off. Unit stopped position and the hand brake on so as not to go forward or move, especially on inclines or derivatives. From the calculation is known that the torque is greatest in the gear back (R1) is 1220.580409 Nm. And to move the tensioner and the brake at 18,068 MPa.

Kata Kunci : Tensioner, Brake.

  1. D3-2016-350826-abstract.pdf  
  2. D3-2016-350826-bibliography.pdf  
  3. D3-2016-350826-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2016-350826-title.pdf