KOSMETIK PALSU DITINJAU DALAM PERSPEKTIF ETIKA UTILITARIANISME
MAYA ANGGRENI T, Prof.Lasiyo, M.A, M.M.
2017 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFATKosmetik palsu merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia sejak dahulu kala hingga pada abad ini. Berubahnya makna cantik yang menjadi dorongan utama dalam pemakaian produk kosmetik. kebutuhan kosmetik yang semakin besar, membuat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memalsukan produk kosmetik demi keuntungan yang besar. Kandungan yang ada pada kosmetik palsu tidak sesuai dengan kosmetik resminya. Pemalsu kosmetik mengganti kandungannya dengan zat-zat kimia yang membahayakan masyarakat. penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan dan menjelaskan secara deatail dampak buruk penggunaan kosmetik palsu serta tindakan yang dilakukan pemalsu kosmetik. Penelitian ini menggunakan metode masalah aktual, yaitu menerapkan keahlian filosofi langsung pada masalah aktual didalam masyarakat. Dalam analisis hasil ini, peneliti menggunakan unsur-unsur metodis umum, yaitu interpretasi, deskripsi dan hermeneutika. Kosmetik palsu ditinjau dalam persfektif etika utilitarianisme. Kosmetik palsu merupakan produk replika dari produk merek terkenal. Kosmetik palsu yang beredar didalam masyarakat memiliki dampak negatif yang begitu besar, yakni menyebabkan penyakit serius dan kematian. Kosmetik palsu yang dihasilkan oleh pemalsu kosmetik ini tidak menyadari perbuatannya menghasilkan kerugian yang besar. Peneliti menjabarkan akibat-akibat dari pemalsuan kosmetik dengan nilai-nilai etika utilitarianisme serta kriteria dan prinsip etika utilitarianisme, yakni manfaat, manfaat terbesar dan manfaat terbesar untuk banyak orang. Nilai-nilai moral dan kriteria dan prinsip dari utilitarinisme dapat menekan peredaran dan pemalsuan kosmetik di dalam masyarakat.
Fake cosmetic is one of human basic needs since a long time ago until this century. The changing meaning of beauty is a major boost in the use of cosmetic products. The increasing cosmetic needs make irresponsible people faking cosmetic products for bigger profit. The contents of fake cosmetics are not in accordance with the official cosmetics. Cosmetic counterfeiters replace its content with chemicals that endanger the public. This study aims to describe and explain detailed adverse effects of fake cosmetic use and actions performed by cosmetic counterfeiters. This study uses the actual problem method, which is applying direct philosophy expertise on the actual problems in society. In the analysis of these results, the researcher used common methodical elements, which are interpretation, description and hermeneutics. Fake cosmetics reviewed in utilitarianism ethical perspectives. Fake cosmetics are replicas products of famous brand products. Fake cosmetics circulating in the society had big negative impacts that cause serious illness and death. Fake cosmetics produced by counterfeiters did not realize that their actions resulted in a large loss. Researchers describe the consequences of counterfeiting cosmetics with utilitarianism ethical values and ethical criteria and principles of utilitarianism, which are benefits, the greatest benefits and the greatest benefits for many people. Moral values ��and criteria and principles of utilitarianism can suppress the circulation and counterfeiting cosmetics in the community.
Kata Kunci : Kosmetik Palsu,Etika Utilitarianisme,Pemalsu Kosmetik