Laporkan Masalah

Sistem tataniaga susu sapi peternakan rakyat :: Di Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang

BUWONO, Haryo Tejo, Prof.Dr.Ir. Masyhuri

2003 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Salah satu industri yang mampu menopang ketidakberdayaan masyarakat pedesaan dalam menghadapi tekanan ekonomi seperti pada saat ini adalah peternakan rakyat. Penelitian dilakukan pada peternakan rakyat sapi perah di Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan sistem tataniaga susu sapi pada peternakan rakyat dengan perusahaan peternakan, mengetahui efisiens i tataniaga susu sapi pada peternakan rakyat dan perusahaan peternakan. Penelitian dilakukan dengan metode survei yang mengambil sampel sebanyak 60 peternak rakyat dengan menggunakan kuisioner sebagai alat pengambilan data dan untuk perusahaan peternakan dengan teknik wawancara langsung, sedangkan untuk mengetahui efisiensi tataniaga digunakan rumus efisiensi E=(A : B)x100% dan diuji dengan menggunakan uji t satu sampel (one sample t-test) . Model analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan sistem tataniaga antara peternakan rakyat dengan perusahaan peternakan. Perbedaan tersebut antara lain: harga, model tataniaga/saluran pemasaran, sasaran penjualan susu, cara pembayaran, dan pengelolaan informasi pasar. Efisiensi tataniaga susu sapi yang paling efisien adalah pada tingkat : KUD–IPS/Konsumen Akhir, selanjutnya peloper–KUD, perusahaan–konsumen akhir dan pedagang pengumpul–konsumen akhir. Dari uji statistik didapatkan hasil: tidak ada perbedaan nyata efisiensi tataniaga susu sapi pada semua tingkat.

One of the industries that is able to support the village society’s weakness informasi facing the ongoing economic pressure is people breed ing. This research is coducted to the people’s squeezed-cow breeding in Nogosaren village, Getasan subdistrict, Semarang region. This research is aimed to explain the difference of the cow milk trade systems in the people’s breeding and in breeding company, know trade efficiency of the cow milk in the people’s breeding and in breeding company. The research is done using survey method taking the sample of 60 breeders. The data are collected using questionnaire as the instrument for getting the data, and for the breeding company the data are collected using direct interview. The efficiency formula E = (A : B) x 100% is used to know the efficiency of the trade system, and is examined using one sample t-test. The analysis model used is qualitative descriptive analysis. The result of the analysis show that there are some trade system differences between the people’s breeding and the breeding company. The differences are: price, trade model / marketing channels, milk selling target, way of payment, and market information management. The most efficient cow milk trade is informasi the level of: KUD (Village Unit Cooperation)–IPS / the last consumers, then deliverers–KUD, company–the last consumers and the collctor traders–the last consumers. The statistical test show that there is no real difference in the cow milk trade system in all levels.

Kata Kunci : sistem tataniaga, peternakan rakyat, efisiensi tataniaga, trade system, people’s breeding, trade efficiency

  1. S2-PAS-2003-HaryoTejoBuwono-abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2003-HaryoTejoBuwono-bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2003-HaryoTejoBuwono-tableofcontent.pdf  
  4. S2-PAS-2003-HaryoTejoBuwono-title.pdf