RATIH TV DAN INFM SEBAGAI MEDIA KEHUMASAN PEMKAB KEBUMEN
M.AWWALUDDIN JAMIL, Drs. I GUSTI NGURAH PUTRA, MA.
2016 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASISejak Disahkannya undang-undang No 32 Tahun 2002 Tentang penyiaran telah membawa konsekuensi baru bagi lembaga penyiaran pemerintah seperti halnya TV Pemerintah Daerah dan RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah), pasalnya dalam undang-undang tersebut hanya terdapat empat bentuk model lembaga penyiaran dalam sistem penyiaran di Indonesia yakni LPS (Lembaga Penyiaran Swasta), LPP (Lembaga Penyiaran Publik), LPK (Lembaga Penyiaran Komunitas) dan Lembaga Penyiaran Berlangganan. Mau tidak mau TV Pemerintah Daerah dan RSPD harus memilih salah satu dari empat bentuk tersebut, kebanyakan dari lembaga penyiaran pemerintah memilih untuk bertranformasi menjadi lembaga penyiaran publik. Penelitian ini mengambil studi kasus pada Ratih TV dan Radio In Fm yang dulunya merupakan media penyiaran pemerintah daerah kabupaten Kebumen. Penelitian ini difokuskan untuk melihat bagaimana pemanfaatan media penyiaran publik Radio In Fm dan Ratih TV oleh Humas Pemkab Kebumen sebagai media kehumasan. Berdasarkan data yang diperoleh baik melalui Observasi maupun wawancara mendalam terhadap pihak-pihak terkait peneliti mendapati adanya tarik ulur antara kepentingan pemerintah daerah dan idealisme lembaga penyiaran publik. Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa Ratih TV dan In Fm belum sepenuhnya menjadi media penyiaran publik. Kata Kunci: Humas Pemerintah Daerah, Lembaga Penyiaran Publik Lokal, Pemanfaatan Lembaga Penyiaran Publik, Ratih TV dan Radio In Fm Kebumen
Since the ratification of Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 about Broadcasting has brought a new consequences for the government broadcasters as well as local government TV and Local Government Broadcast Radio (RSPD), on that legislation there are only four forms of broadcasters in the broadcasting system in Indonesia: Private Broadacsting Institution and Public Broadcasting Institution. Local Government TV and RSPD must choose one of that four forms, most of broadcasters government choose to transform into public service broadcasters. This research used a case study on Ratih TV and Radio In Fm which was once a Broadcast Media of Kebumen Local Government. This research focused to see the utilization of Radio In Fm Public Broadcasting Institution and Ratih TV by the Public Relation of Kebumen Distiric as a public relation media. Based on obtained data through the observation and indepth interviews with relevant parties researcher found the tug between local government interests and public service broadcasters idealism. The result of the study showed that Ratih TV and In Fm is not yet fully be a public broadcasting media. Keywords: Public Relation of the Local Government, Local Public Broadcasting Institution, Utilization of Public Broadcasting Institution, Ratih TV and Radio In Fm Kebumen
Kata Kunci : Humas Pemerintah Daerah, Lembaga Penyiaran Publik Lokal, Pemanfaatan Lembaga Penyiaran Publik, Ratih TV dan Radio In Fm Kebumen