MAKNA PUISI MALHAMATU AN-NASRI KARYA UMAR BAHA-U AD-DIN AL-AMIRI: ANALISIS SEMIOTIK
LILIS MUSTIKANINGRUM, Dr. Hindun, M.Hum.
2016 | Skripsi | S1 SASTRA ARABUmar Baha-u ad-Din al-Amiri adalah salah satu penyair berkebangsaan Suriah yang telah banyak berkontribusi dalam kesusasteraan Arab. Dia memiliki karya-karya sastra berupa puisi. Salah satu puisinya, yaitu Malhamatu An-Nasri. Dalam puisi tersebut terdapat tanda-tanda yang harus diungkapkan sehingga dapat dipahami maknanya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari makna dalam puisi Malhamatu An-Nasri dengan menggunakan teori semiotik. Analisis dengan teori semiotik berarti bahwa puisi akan dianalisis sebagai sebuah sistem tanda berupa susunan bahasa yang memiliki arti berdasarkan konvensi sastra sehingga darinya dapat dihasilkan makna puisi. Adapun metode yang digunakan adalah metode semiotik Riffaterre dengan mengambil dua langkah, yaitu ketidaklangsungan ekspresi dan pembacaan semiotik yang terdiri dari pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik atau retroaktif. Setelah dilakukan analisis terhadap puisi ini, maka diketahui bahwa puisi ini memaparkan keadaan hidup bangsa Arab, khususnya Palestina dan harapan-harapan untuk mencapai kemenangan di tengah pergolakan yang terjadi antara Arab-Israel serta keraguan-keraguan terhadap pemimpin mereka. Akan tetapi, semangat perjuangan para pejuang Palestina dari kalangan bangsa Arab terus bertambah dengan adanya janji-janji Allah akan kemenangan kaum muslimin.
Umar Baha-u ad-Din al-Amiri is one of Arabian poets who had big contribution in Arabic literature, especially in poetry. One of his poetry is Malhamatu An-Nasri. In this poetry, there was sign to be revealed interpretation, so it can be understood. The purpose of the research is to find out interpretation of the poetry by using semiotic theory. The theory is analyzed positioned the poetry as an object system arranged words which has meaning based literacy convention to find out the interpretation. However, the using of method is Semiotic Riffaterre by taking two steps, firstly undirect expression and semiotic reading which consist of heuristic reading and hermeneutics or retroactive. After analyzing has finished, it can be concluded that this poetry tells about the lifelihood of Arabian both in hope to rise the victory and hesitation in trusting their leaders. But, Their spirit will be continues forever keep with the promises from Allah of the winning for moslem.
Kata Kunci : Umar Baha-u ad-Din al-Amiri , Palestina, Israel, puisi, semiotik