Laporkan Masalah

Analisis kelayakan usaha Salak Nglumut di Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang

ASMORO, Eko Bambang Joeni, Dr.Ir. Irham, MSc

2003 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kelayakan investasi dan melihat kondisi kelayakan bila terjadi perubahan pada tingkat manfaat dan biaya serta mengetahui saluran pemasaran dan marjin pemasaran salak nglumut sebagai salah satu buah unggulan nasional yang mendapat prioritas dalam program pengembangan hortikultura . Penelitian dilakukan di Desa Banyuadem dan Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang. Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan daerah yang mendapat prioritas dalam pengembangan komoditas unggulan melalui bantuan lunak IHDUA IP.477 dan daerah yang berhasil dalam pengembangan salak nglumut. Data yang digunakan berasal dari data primer dan data sekunder. Analisis dilakukan menggunakan analisis finansial yang meliputi analisis kelayakan investasi dan analisis kepekaan . Penelitian dilakukan dengan membandingkan usahatani tradisional yang dilakukan petani dengan usahatani modern yang menggunakan pompa dan irigasi. Hasil analisis kelayakan finansial menunj ukkan bahwa investasi layak untuk dilakukan. Perhitungan analisis finansial pengusahaan salak menghasilkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp.11.169.613, Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) sebesar1,96 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 16,80 persen. Perhitungan analisis kepekaan menunjukkan bahwa usahatani salak nglumut tidak layak dilakukan jika terjadi penurunan produksi sebesar 20 persen, baik pada kondisi harga input tetap ataupun naik 15 persen dan 21 persen, baik pada kondisi harga output tetap atau naik sebesar 21 persen dan pada kondisi tingkat diskonto menjadi 24 persen. Apabila produksi tetap tetapi harga output turun sebesar 21 persen maka usahatani tidak layak demikian pula pada semua kondisi dimana tingkat diskonto menjadi 24 persen. Usahatani adalah layak jika produksi buah turun tidak lebih dari 2 persen dan propduksi bibit 2 batang per tahun, harga output turun tidak lebih dari 15 persen, dan tingkat diskonto tidak lebih dari 17 persen. Dengan demikian usahatani salak nglumut sangat peka terhadap perubahan produksi, harga output dan tingkat diskonto serta relatif peka terhadap harga input.

The aim of the reasearch is to analyze the feasibility of investment and describe the feasibility condition when cost and benefit level are changed also to know chanel and margin of marketing of Salak Nglumut as one of premium fruits that got the priority in Horticultural Development Program. The research location was in Desa Banyuadem and Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang because they got grant in aid from IHDUA IP 477. Both of them are the areas that get priority to develo p their comodity and also succeed in growing Salak Nglumut. Data were used in this research are primary data and secondary data. Analysis method is financial analysis that are consisted of analysis of feasibility investment and analysis of sesitivity. This research is comparing traditional farm management doing by farmer and modern farm management by using pump and irigation. Based on analysis of financial feasibility showed that investment is feasible to do. The calculation of financial analysis to management of salak is that Net Present Value (NPV) about Rp.11.169.613, Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) about 1,96 and Internal Rate of Return (IRR) about 16,80%. The calculation of sensitivity analysis found that farm management isn’t feasible to do when there is a production decline about 20 % either in stability of input price condition or those increase about 15 % and 21 %, in stable output price condition or those increase about 21% and in level of disconto increase about 24%. Farm management is not feasible either when production is stable but output price decline about 21% and for all condition when disconto level in 24%. Farm management is feasible in which the fruit production decline is not more than 2 % and generate seed about 2 pieces per year. Other condition requirement are minimal output price decline 15 % and disconto level is about 17%. Finally, farm management of Salak Nglumut is very sensitive toward fluctuation of production, price of output and level of disconto. Otherwise, it is relatively sensitive to input price.

Kata Kunci : Agribisnis,Salak Nglumut,Analisa Kelayakan Usaha, Usahatani, Tingkat Kepekaan

  1. S2-2003-EkoBambangJoeniAsmoro-abstract.pdf  
  2. S2-2003-EkoBambangJoeniAsmoro-bibliography.pdf  
  3. S2-2003-EkoBambangJoeniAsmoro-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2003-EkoBambangJoeniAsmoro-title.pdf