Laporkan Masalah

RENCANA PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN PENSIUNAN PT BANK SYARIAH MANDIRI CABANG YOGYAKARTA

AGUNG PRASETYO , Sahid Susilo Nugroho, DR., M.Sc.

2016 | Tesis | S2 Manajemen

INTISARI Pembiayaan pensiunan adalah pembiayaan yang diberikan kepada pensiunan dalam rangka memberikan kesempatan dan kemudahan memperoleh fasilitas pembiayaan untuk menjembatani kebutuhan para pensiunan. Ditengah ekonomi dunia dan nasional yang masih belum stabil, perbankan harus menyesuaikan kebijaksanaan jangka pendeknya. Ketika sektor dunia usaha baik skala menengah dan besar, serta usaha kecil dan mikro, menghadapi tekanan pertumbuhan, perbankan melirik sektor pembiayaan yang aman dengan sumber pengembalian tetap dan terjamin. Pilihan salah satunya adalah bisnis pembiayaan pensiun. Bank Syariah Mandiri (BSM) merupakan salah satu dari 148 kantor mitra bayar pensiunan PT Taspen (Persero). Sudah sejak tahun 2008 BSM memberikan layanan pembiayaan pensiunan. Secara nasional BSM masih berada di peringkat bawah berdasarkan jumlah nasabah pensiunan yang dikelola. Jauh dibawah pemain lama bisnis ini yaitu Bank BRI, Bank BTPN, Bank BPD, Bank Bukopin, Bank Saudara, dan PT Pos. Khusus untuk BSM Cabang Yogyakarta, bahkan sampai bulan Agustus 2016 belum membukukan pencairan pembiayaan pensiun. Pembiayaan pensiun termasuk kategori pembiayaan yang sangat mudah dalam proses analisa dan pemutusannya, aman dalam hal tingkat pembiayaan/kredit bermasalahnya sangat rendah, dan produktif karena memberikan margin bagi hasil yang baik bagi bank. Potensi bisnis pensiunan khususnya di Yogyakarta juga sangat besar. Selama 5 tahun mendatang, diproyeksikan ada sekitar 17.000 calon pensiunan baru, belum lagi dengan jumlah pensiunan eksisting yaitu 82.167 orang. Dari pensiunan baru saja, terdapat potensi total pembiayaan sebesar Rp1,16 trilyun. Menyusun rencana pemasaran pembiayaan pensiun untuk BSM Yogyakarta merupakan hal yang sangat penting. Untuk memasuki bisnis baru yang sebelumnya tidak pernah dijalani, tentunya membutuhkan persiapan yang matang. Mulai dari menggali kebutuhan nasabah, menganalisa tingkat persaingan, memetakan potensi bisnis, dan tidak ketinggalan mempersiapkan pegawai bank yang siap untuk merealisasikan bisnis pensiunan ini. Dengan mengoptimalkan 9 (sembilan) jaringan kantor cabang yang tersebar di Kabupaten dan Kota di Provinsi Yogyakarta, diharapkan pada tahun 2020 BSM Yogyakarta dapat menjadi peringkat 7 besar bank mitra bayar pensiun PT Taspen dengan mengelola 1800 pensiunan. Untuk periode awal, selama tahun 2017, diharapkan BSM Yogyakarta dapat membukukan pencairan pembiayaan sebesar Rp11,6 milyar, dengan proyeksi pendapatan sebesar Rp858 juta. Kata kunci: Pembiayaan pensiunan, BSM, Rencana pemasaran

ABSTRACT Pensioners financing is financing provided to pensioners in order to provide the opportunity and ease of obtaining financing facility to bridge the needs of retirees. Amid the world and national economy is still not stable, banks must adjust their short-term planning. When the business sector, both medium and large scale, as well as small and micro businesses, faced growing pressure, the banking sector glanced secure financing with fixed and guaranteed sources of returns. Selection of one of them is a retired finance business. Bank Syariah Mandiri (BSM) is one of 148 partner offices pay retirees for PT Taspen (Persero). Already since 2008, BSM provides financing services for pensioners. Nationally BSM still ranked at the bottom based on the number of pensioners is maintained. Far below the main players of this business, BRI, BTPN, BPD DIY, Bank Bukopin, Bank Saudara, and PT Pos. Especially for BSM Yogyakarta branch, even until the month of August 2016 has not posted disbursement of financing retirement. Pensioners financing including financing category very easily in the process of analysis, secure in terms of financing, and the non performing loan is very low, and productive because it provides a margin for a good result for the bank. Pension business potential especially in Yogyakarta is also very large. Over the next 5 years, is projected to nearly 17,000 candidates for new retirees, not to mention the existing number of pensioners is 82.167 people. From just retired, there is a potential total financing of Rp1.16 trillion. Develop a marketing plan for BSM Yogyakarta pensioners financing is very important. To enter new businesses that had not previously been undertaken, certainly requires a thorough preparation. Starting from digging customers' needs, analyzing the competition, identify potential business, and preparing banking employees who are ready to realize this retired business. By optimizing the 9 (nine) network of branch offices in the District and City in the province of Yogyakarta, is expected in 2020 BSM Yogyakarta can be ranked 7th major partner banks pay pensions Taspen by managing retired in 1800. For the initial period, during 2017, is expected to be posted Yogyakarta BSM financing disbursement of Rp11.6 billion, with a projected revenue of Rp858 million. Keywords: Pensioners Financing, BSM, Marketing plan

Kata Kunci : Pembiayaan pensiunan, BSM, Rencana pemasaran, Pension Financing, Marketing plan

  1. S2-2016-358007-abstract.pdf  
  2. S2-2016-358007-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-358007-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-358007-title.pdf