Program Interaktif di Museum Perjuangan Yogyakarta
JAUHARI CHUSBIANTORO, Dr. Tular Sudarmadi, M.A.
2016 | Tesis | S2 Ilmu ArkeologiTesis ini membahas tentang penerapan program interaktif di Museum Perjuangan Yogyakarta. Pendekatan interaktif dalam pengelolaan museum merupakan strategi yang baru bagi dunia permuseuman di Indonesia. Pada tesis ini akan dibahas tentang penerapan pendekatan interaktif pada pameran tetap dan program publik museum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program interaktif yang sesuai untuk diterapkan Museum Perjuangan Yogyakarta. Di dalamnya juga dijelaskan tentang koleksi-koleksi dan program publik yang dapat dikembangkan dengan program interaktif. Tesis ini menggunakan teori pendidikan yang dikembangkan oleh George E. Hein yang berkaitan dengan museum yang interaktif. Di dalam tulisannya, George E. Hein mengemukakan empat model pendidikan yang dapat diterapkan di museum, yaitu didaktik ekspositori, stimulus respon, penemuan (discovery), dan konstruktivis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penalaran induktif. Sementara pemaparan datanya menggunakan teknik deskriptif analisis yang bertujuan untuk menguraikan sekaligus menganalisis data-data yang ada dalam penelitian. Dari penelitian yang dilakukan, penerapan program interaktif di Museum Perjuangan Yogyakarta dapat diterapkan pada pameran tetap dan program publik museum. Pada pameran tetap museum penerapan program interaktif dibagi ke dalam empat sub tema yaitu perjuangan lokal dan imperialisme bangsa barat, Kebangkitan Nasional, hegemoni Belanda dan Jepang, dan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari empat sub tema tersebut, penerapan program interaktif pada pameran tetap diterapkan pada koleksi-koleksi yang mewakili masing-masing sub tema tersebut. Penerapan program interaktif pada program publik mengembangkan dua program museum yang sudah pernah dilakukan yaitu Museum Perjuangan Expo dan Museum Masuk Sekolah. Sedangkan program publik baru yang dimunculkan adalah Minggu Pagi di Museum, dan Di Balik Layar Museum.
This thesis discusses about the application of interactive program at the Perjuangan Museum Yogyakarta. Interactive approach in the management of the museum is a new strategy for the museum world in Indonesia. This thesis will discuss the implementation of an interactive approach to the permanent exhibition and public programs of the museum. The purpose of this study was to determine the interactive program appropriate to apply in Museum Perjuangan Yogyakarta. It also explained about the collections and public programs that can be developed with interactive program. This thesis uses educational theory developed by George E. Hein related to the interactive museum. In the writings, George E. Hein forward four educational models that can be applied at the museum, which is didactic expository, stimulus response, discovery, and constructivism. The method that used in this research is the method of inductive reasoning. While exposure of data using descriptive analysis technique that aims to decipher as well as analyzing the data contained in the study. From the research, the implementation of interactive program at the Perjuangan Museum can be applied to the permanent exhibition and public programs of the museum. In the permanent exhibition, application of interactive program in the museum is divided into four sub-themes, that is struggle of local and western imperialism, the National Awakening, the hegemony of the Netherlands and Japan, and Became the Republic of Indonesia. From the four sub-themes of the interactive program in the permanent exhibition can be applied to collections that represent each sub-theme. Implementation of the interactive program on public programs developed two programs that have been done museum is the Expo of Perjuangan Museum and Museum Goes to School. While the new public program that emerged is Sunday Morning at Museum and Behind the Scene of Museum.
Kata Kunci : Museum Perjuangan Yogyakarta, program interaktif, teori pendidikan, pameran tetap, program publik/Museum of Perjuangan Yogyakarta, interactive programs, educational theory, a permanent exhibition, public programs