PENGARUH KEPEMILIKAN KELUARGA DAN MASALAH KEAGENAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN
Kisah Prabawati S, Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D
2016 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTAPenelitian mengenai dinamika perusahaan keluarga menerima banyak perhatian di negara-negara maju dan berkembang. Perusahaan keluarga menjadi objek penelitian yang menarik untuk diteliti dalam perspektif manajemen dan ekonomi keuangan. Dengan melihat fakta yang berbeda mengenai adanya keterlibatan anggota keluarga dalam manajemen perusahaan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris mengenai pengaruh kepemilikan keluarga pada kinerja perusahaan yang dimoderasi oleh masalah keagenan. Penelitian ini mendefinisikan perusahaan keluarga sebagai perusahaan dengan kepemilikan keluarga, yaitu adanya keterlibatan anggota keluarga dalam Dewan Komisaris dan Dewan Direksi, serta adanya kepemilikan saham perusahaan lebih dari 25%. Dengan menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2010-2014, penelitian ini menemukan bahwa kepemilikan keluarga memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan. Ketika masalah keagenan dianggap menjadi pemoderasi hubungan kepemilikan keluarga dan masalah keagenan, penelitian ini menemukan bahwa masalah keagenan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan. Konflik karena perbedaan kepentingan memang sering terjadi di dalam perusahaan. Meskipun demikian, adanya masalah keagenan tampaknya mengganggu kegiatan perusahaan dan akibatnya mengarah pada kinerja perusahaan yang kurang baik.
Research of family firms has received a lot of attention in developed and growing countries. Family firms become an interesting object to study in economic and financial management perspective. By looking at the different facts about the involvement of family members in management may affect firm performance, this study aims to analyze with empirical evidence about the effect of family ownership on firm performance is moderated by agency problem. This study defines that the family firms as a company with family ownership, ie the involvement of family members in Board of Commissioners and Board of Directors, and has 25% or more companys shares. Using manufacturing firms listed in Indonesia Stock Exchange during 2010-2014, this study find that family ownership has a significant negative effect on firm performance. When the agency problem is considered to be a moderating, this study find that agency problem has a significant negative effect on firm performance. Conflict of interests often occur in the company. Furthermore, agency problem appears to interfere with the company's activities and consequently lead to poor performance in family firms.
Kata Kunci : Kepemilikan Keluarga, Masalah Keagenan, Kinerja Perusahaan