Laporkan Masalah

Menarasikan Tragedi 1965 dengan Boneka

ARDHA BRYAN KHARISMA, Lisa Lindawati, S.I.P., M.A

2016 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Monopoli narasi 1965 oleh Orde Baru berlangsung dalam jangka waktu yang lama, bahkan hingga hari ini. Menyalahkan satu pihak yakni kaum komunis yang pada saat itu banyak berafiliasi dengan PKI, sebagai pihak paling bersalah dalam agenda Gerakan Satu Oktober (GESTOK). Akibatnya, dengan menggunakan alasan itulah dedengkot Orde Baru memiliki legitimasi untuk melakukan kejahatan HAM kepada kaum komunis dan yang dikomuniskan. Di era Reformasi, muncul sejumlah karya penting ihwal narasi "Tragedi 1965", seperti Film Jagal dan Senyap, Novel berjudul September, serta lakon teater boneka berjudul Mwathirika. Lakon tersebut merupakan karya Papermoon Puppet Theatre yang menarasikan "Tragedi 1965" dengan kemasan isu "experiencing loss" dan "political violence" melalui tokoh utama seorang anak bernama Tupu. Mwathrika mengekspos bagaimana rasa kehilangan yang dialami Tupu karena bapak dan kakaknya ditangkap oleh pihak bersenjata akibat kekacauan politik masa itu. Menggunakan metodologi analisis struktur naratif model Propp, peneliti mencoba mengungkap bagaimana Mwathirika menarasikan "Tragedi 1965". Merujuk pada metode tersebut, penelitian ini memiliki lokus pada pesan. Metode analisis struktur naratif digunakan untuk mendedah pergerakan cerita dan ketokohan dalam Mwathrika. Kemudian dalam anlisisnya, peneliti memasukkan data sekunder berupa hasil wawancara kreator, respon penonton, dan penelitian-penelitian lain, lalu disimpulkan menggunakan model komunikasi tiga jenjang dalam teater. Penelitian ini menghasilkan sejumlah temuan. Dilihat dari segi struktur dramatiknya, Mwathirika merupakan pertunjukan tragedi, menyimpang dari rumusan model Propp. Penggunaan anak sebagai tokoh utama dan alpanya sosok Ibu dalam Mwahtirika, membuat suasana kehilangan disampaikan secara kuat oleh tokoh tersebut. Bentuk-bentuk komunikasi non verbal mampu menguatkan penyampaian pesan, serta mengingatkan kita terhadap narasi-narasi 1965 yang telah ada, untuk kemudian dijadikan batu loncatan dalam menginterpretasi "Tragedi 1965" melalui kolaborasi berbagai media.

Monopolied 1965 narration by New Orde has been ran a long time, until now. Blaming one side, communist class who in these period affiliatied with PKI as the main wrong party in Gerakan Satu Oktober (GESTOK). Finnaly, with these argument, New Orde pionner have leggitimation to have human right violence to communist class and who labeling communist. In Reformation era, appear a number of important opus about "1965 Tragedy", like Jagal and Senyap Film, a novel: September, and theatre performance with title Mwathirika. That play as a Papermoon Puppet Theatre creation that narrated 1965 Tragedy within issue about experiencing loss and political violence through main character a boy named Tupu. Mwathirika exposed how feeling loss that fate by Tupu because his dad and brother arrested by coup as a consequence political chaos that era. Using Propp's narrative structure analysis methodology, researcher trying to uncover how Mwathirika narrated "1965 Tragedy". Depend on that method, thesis have a locus in message. Narrative structure analysis method used to uncover story motion and characterize in Mwathirika.Then in analysis, researcher entering secundary data, such as interview result with creators, audience respone, and other litterature, then conclude by three level communication in theatre model. The Thesis have a number of found. Looking from dramatic structure, Mwathirka is tragedy performance, depart from formulation of Propp's model. Using a child as a main character, and the absentation of mom, make loss situation speaked strong by their character. Forms of non verbal communication make message be stongger, and remainding about 1965 narrations to be steping in intrepretating "1965 Tragedy" through media collaboration.

Kata Kunci : Narasi 1965, "Tragedi 1965", Analisis Struktur Naratif Propp, Komunikasi non verbal, 1965 Narration, "1965 Tragedy", Propp Narrative Structure Analysis, Theatre, Non Verbal Communication

  1. S1-2016-335628-abstract.pdf  
  2. S1-2016-335628-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-335628-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-335628-title.pdf