Laporkan Masalah

Induksi Ketahanan Terhadap Penyakit Busuk Pelepah (Rhizoctonia solani) pada Tanaman Jagung Menggunakan Jamur Trichoderma sp. dan Penicillium sp.

AMARILISA KUSUMA, Prof. Dr. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc.;2. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D.

2016 | Tesis | S2 Fitopatologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mempelajari pengimbasan oleh jamur Trichoderma sp. dan Penicilium sp. dalam menekan penyakit busuk pelepah pada tanaman jagung yang disebabkan oleh Rhizoctonia solani. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 5 kali ulangan dan 5 perlakuan, yaitu kontrol (tanpa perlakuan) (R0), diinokulasi R. solani (R1), diinokulasi Trichoderma sp dan R. solani (R2), diinokulasi Penicillium sp dan R. solani (R3), diinokulasi kombinasi Trichoderma sp, Penicillium sp dan R. solani (R4). Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan DMRT pada taraf 5%. Intensitas penyakit dari yang paling rendah terdapat pada perlakuan R0 sebesar 2,22%, R3 sebesar 6,67%, R2 dan R4 sebesar 8,89%, dan R1 sebesar 28,88%. Insidensi penyakit dari yang paling rendah dari penelitian ini terdapat pada perlakuan R0 sebesar 11,11%, R4 sebesar 22,22%. R3 sebesar 33,33%, R2 sebesar 44,44% dan R1 sebesar 88,89%. Dari data hasil penelitian dapat dilihat bahwa aktivitas peroksidase pada perlakuan R0, R2, R3, dan R4 meningkat pada 4 dan 8 hari setelah inokulasi. Sedangkan pada perlakuan R1 aktivitas peroksidase meningkat hanya pada hari ke 4 dan menurun setelah hari ke 8 setelah inokulasi patogen. Tetapi secara statistik menunjukkan aktivitas peroksidase pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata satu sama lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan Trichoderma sp. dan Penicillium sp. tidak berperan dalam meningkatkan aktivitas peroksidase. Kadar fenol total pada perlakuan R0, R2, R3, R4 meningkat pada saat 1 dan 2 hari setelah inokulasi pathogen, sedangkan kadar fenol pada perlakuan R1 hanya meningkat pada 1 hari setelah inokulasi patogen dan menurun pada hari ke 2 setelah inokulasi patogen. Secara statistik menunjukkan peningkatan kadar fenol total pada tanaman jagung yang diberi perlakuan Trichoderma sp. dan Penicillium sp. berbeda nyata dibandingkan tanaman yang tidak diberikan perlakuan Trichoderma sp. dan Penicillium sp. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa jamur Trichoderma sp. dan Penicillium sp. dapat menginduksi ketahanan tanaman melalui peningkatan kadar fenol total, karena peningkatan kadar fenol total yang merupakan salah satu indikator terinduksinya ketahanan tanaman.

This research was conducted to examine Trichoderma sp. dan Penicillium sp. in supressing sheath blight caused by Rhizoctonia solani. This research used completely randomized design with 5 replications and 5 treatments, i.e, control (no treatment) (R0), inoculated with R.solani (R1), inoculated with Trichoderma sp and R. solani (R2), inoculated with Penicillium sp and R. solani (R3), inoculated with Trichoderma sp, Penicillium sp dan R. solani (R4). Data were analyzed with ANOVA and DMRT at 5% level of significant. The intensity of teh disease from the lowest found in treatment R0 about 2,22%, R3 about 6,67%, R2 and R4 about 8,89%, and R1 about 28,88%. Disease incidence in R0 treatment about 11,11%, R4 about 22,22%, R3 about 33,33%, R2 dan R1 about 44,44% and 88,89%. Perspectively the results showed that peroxidase activity in R0, R2, R3, dan R4 treatment increased at 4th and 8th days after inoculation, in R1 treatment peroxidase activity only increased at 4th days after inoculation and decreased at 8th days after pathogen inoculation. But based on statistics showed peroxidase activity in each treatment were not significantly different from each other. Therefore, it can be concluded that Trichoderma sp. and Penicillium sp. treatment did not play a role in increasing the peroxidase activity. Total phenol content in R0, R1, R2, R3, R4 treatment increased at 1st and 2nd day after pathogen inoculation. In treatment R1 total phenol content only increased at the first days after pathogen inoculation and decreased at 2nd day after pathogen inoculation. Based on statistics showed an increase in total phenol content in maize treated by Trichoderma sp. and Penicillium sp. significantly different from maize without Trichoderma sp. and Penicillium sp treatment. The results indicated that the fungus Trichoderma sp. and Penicillium sp. potentially induced resistance by increasing of total phenols as one of induced resistance indicator.

Kata Kunci : Induksi ketahanan, busuk pelepah jagung, fenol, peroksidase/Induced Resistance, Sheath Blight of Maize, phenol, peroxidase.

  1. S2-2016-373956-abstract.pdf  
  2. S2-2016-373956-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-373956-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-373956-title.pdf