Pengaruh Persepsi Pemahaman, Sosialisasi, Kebermanfaatan, dan Keadilan terhadap Sikap Wajib Pajak Badan di Daerah Istimewa Yogyakarta atas Kebijakan Pengampunan Pajak (Tax Amnesty)
AFRINDA SWASTIKA J P, Dr. Eko Suwardi M.Sc., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 AKUNTANSIPengampunan Pajak merupakan salah satu kebijakan pemerintah di bidang perpajakan yang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan pajak dan kepatuhan Wajib Pajak. Kebijakan ini memberikan pengampunan kepada Wajib Pajak yang tidak memenuhi kewajiban perpajakannya. Saat ini, pengampunan pajak masih menjadi kebijakan yang menuai pro dan kontra dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi pemahaman, sosialisasi, kebermanfaatan, dan keadilan terhadap sikap Wajib Pajak Badan di Yogyakarta atas kebijakan pengampunan pajak. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah literatur di bidang akuntansi perpajakan. Populasi dalam penelitian ini merupakan Wajib pajak Badan di Yogyakarta dan sampel yang digunakan yaitu sebanyak 32 sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan metode analisis data menggunakan metode analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pemahaman, sosialisasi, kebermanfaatan, dan keadilan tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap Wajib Pajak Badan di Yogyakarta atas kebijakan pengampunan pajak. Hal ini dimungkinkan adanya faktor-faktor lain di luar faktor-faktor tersebut yang mempengaruhinya atau dikarenakan kurangnya kesadaran (awareness) dan partisipasi Wajib Pajak Badan di Yogyakarta terhadap kebijakan pemerintah di bidang perpajakan.
Tax amnesty is one of the government policies in taxation sector that aims to increase tax revenues and compliance of taxpayers. This policy grants amnesty to the taxpayers that don’t fulfil their tax liabilities. Nowadays, tax amnesty is still controversial in the society. This research is conducted to learn the effect of comprehension, socialization, usefulness, and justice perceptions to firm taxpayers’s attitude in Yogyakarta about tax amnesty policy. The results of this research are expected to enrich the literature in tax accounting sector. The population of this research is the firm taxpayers in Yogyakarta with a sample of 32 respondents. The sampling technique uses convenience sampling. The technique used to collect data is a questionnaire with Likert scale and data analysis method is logistic regression. The result of this research shows that comprehension, socialization, usefulness, and justice perceptions have no significant influences to firm taxpayers’ attitude in Yogyakarta about tax amnesty policy. There are other factors that influence the firm taxpayers’ attitude in Yogyakarta about tax amnesty policy, such as low awareness and participation of firm taxpayers in Yogyakarta about government policy in taxation sector.
Kata Kunci : Pengampunan pajak, persepsi, sikap, pemahaman, sosialisasi, kebermanfaatan, keadilan, Wajib Pajak Badan