WALKABILITY DI KAWASAN PERKANTORAN PEMERINTAH KABUPATEN BOYOLALI
SKOLASTIKA YORI S W, Dr. Ir. Arif Kusumawanto, M.T ;Dyah Titisari Widyastuti, S.T, MUDD
2016 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturKabupaten Boyolali dalam perencanaan kawasan telah membangun sebuah kawasan pemerintahan daerah secara terpadu menjadi satu kesatuan dalam sebuah wilayah. Luas wilayah untuk kawasan pemerintah kabupaten adalah 12 ha. Dalam menerapkan kota hijau Boyolali, beberapa parameter pendukung diterapkan pada kawasan kantor pemerintah daerah. Salah satu parameter pendukung yang diterapkan adalah metode walkability. Penelitian pengukuran walkability menggunakan metode campuran yaitu kualitatif dan kuantitatif. Metode pengukuran kriteria walkable dilakukan dengan tiga tahapan, metode wawancara, observasi dan simulasi. Tujuan pengukuran walkability pada kawasan perkantoran pemerintah daerah kabupaten Boyolali untuk melihat aktivitas pelaku dikawasan tersebut. Jumlah respoden yang akan diambil berjumlah 30 responden pegawai kantor pemerintah kota Boyolali yang memiliki aktivitas perkantoran dan pelayanan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara digambarkan pola pergerakan pada peta dan jalan yang sering dilalui akan menjadi segmen jalan untuk observasi. Tahap kedua merupakan observasi lapangan yaitu mengamati dan mendokumentasikan kondisi fisik eksisting di kawasan perkantoran Kabupaten Boyolali. Segmen jalan yang telah diperoleh sesuai dengan indikator, variabel , dan parameter penelitian yang telah ditentukan kemudian dilakukan skoring sesuai kriteria penilaian. Tahap ketiga, simulasi model dengan menggunakan software plugin Urban Modeling Interface ( UMI ) yang merupakan alat simulasi baru untuk melihat Design Accessibility khususnya walkability. Sebelum melakukan simulasi, kawasan perkantoran Kabupaten Boyolali dimodelingkan menggunakan software Rhinoceros 5.0 dan hasil simulasi berupa walkscore yang dibagi menjadi 4 kategori yaitu car dependent, somewhat walkable, very walkable, dan walker's paradise.
Boyolali Regency in term of urban planning development has build an integrated site of local government offices. It cover an area of 12 hectares. The Green City Concept applied in Boyolali's local government offices site emphasize some supporting green parameters, one of which is the walkability method. Walkability research are examined using mixed method of qualitative and quantitative measures. Walkable criteria was examined using 3 phase methods, the interview, the observation, and the simulation methods. The objective of this walkability method application in this local government offices areas of Boyolali Regency is to examine the movement of users inside the area. 30 respondents will be taken from government office staffs who have activities around the office of Public Service (kantor Pelayanan Masyarakat). Based on interview result, a movement pattern can be visualize on map and observation will be done on the "paths" that has been passed frequently by respondent users. The second phase deal with field observation, such as monitoring and documenting the physical condition of the site. After these "path" has been found as a result of indicators, variables, and parameters research, a scoring activity will be done based on assessment criteria. The last and third phase is the simulation modeling using Urban Modeling Interface (UMI) plugin software, which is one of the simulation tool to examine Accessibility Design, especially the "walkability" process. Before doing the simulation, we must draw a 3D model of the observed area using Rhinoceros 5.0 software that support the simulation process later. This parameter simulation result is in the form of a walkscore, with 4 result categories, (1) car dependant, (2) somehow walkable, (3) very walkable, and (4) walker's paradise.
Kata Kunci : Walkability, Urban Modeling Interface