ANALISIS KINERJA UPT BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA YOGYAKARTA MELALUI BALANCED SCORECARD
INDRA FIBIONA, Bevaola Kusumasari
2016 | Tesis | S2 Administrasi PublikUndang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 pasal 32 ayat (1) mengamanatkan bahwa Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Sejalan dengan itu maka pengembangan nilai-nilai budaya sangat penting menjadi pijakan untuk merancang program kegiatan bagi instansi/lembaga yang menangani kebudayaan. Berkaitan dengan hal tersebut, Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta sebagai organisasi publik yang bergerak dalam pelestarian nilai budaya belum maksimal dalam mencapai hasil kinerja yang baik karena masih berorientasi pada LAKIP yang belum menjabarkan masyrarakat sebagai pengguna layanan. Terdapat beberapa metode pengukuran kinerja organisasi, namun Balanced Scorecard lebih unggul karena memasukkan customers ataupun sumber daya manusia sebagai dimensi prestasi sehingga menggambarkan kinerja yang benar-benar seimbang. Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, Bagaimana kinerja Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta yang diukur dengan menggunakan Balanced Scorecard? Penelitian ini merupakan penelitian yang menggabungkan antara kuantitatif dan kualitatif (mix method). Hasil penelitian menunjukan bahwa Balai Pelestarian Nilai Budaya secara keseluruhan jika diukur dengan menggunakan Balanced Scorecard menunjukkan hasil baik, namun beberapa perspektif dalam kinerja UPT BPNB DIY menunjukkan kondisi yang kurang baik. Kondisi tersebut terkait rasio ekonomis dan aspek bukti fisik. BPNB DIY termasuk kategori kurang ekonomis disebabkan oleh kesamaan program dengan instasi horizontal, besarnya pengeluaran belanja pegawai sehingga anggaran tidak terdistribusikan secara maksimal untuk pelaksanaan program. Kondisi lainnya terkait aspek bukti fisik yang disebabkan oleh belum efektifnya penggunaan teknologi tepat guna berkaitan dengan kebutuhan informasi publik. Sudah seharusnya BPNB Yogyakarta sebagai organisasi publik memiliki strategi strategi dan tujuan yang lebih tersinkronisasi sehingga tercapai kinerja yang lebih efektif.
he Constitution of the Republic of Indonesia in 1945, section 32 subsection (1) mandates that "The State promotes national culture of Indonesia in the middle of the civilization of the world, with freedom of the public in maintaining and developing cultural values". In line with that, the development of cultural values is very important to be the basis for designing a program of activities for the agencies that deal with culture. In this regard, the Institute for Preservation of Cultural Values of Yogyakarta as a public organization that is engaged in the preservation of cultural value is not maximized in achieving good performance results because they are not oriented LAKIP masyrarakat describes as users of the service. There are several methods of measuring the performance of the organization, but the Balanced Scorecard is superior for customers to enter or human resources as a dimension of achievement that illustrates the performance of a truly balanced. Based on these descriptions, the problem in this research is, "How is the performance of the Institute for Preservation of Cultural Values of Yogyakarta, which is measured by using Balanced Scorecard?" This study is a research which combines quantitative and qualitative (mix method). The results showed that the Institute for Yogykarta Preservation of Cultural Values (BPNB Yogyakarta) overall showed good results if measured using Balanced Scorecard, but some performance perspective in BPNB DIY show adverse conditions. The condition is related to the aspect ratio of the economic and physical evidence. BPNB DIY category less economical due to the similarity with horizontal institution programs, and the amount of expenditure of employees, so that the budget is not distributed to the maximum for the implementation of the programs. Other conditions related aspects of the physical evidence because of lack of effective use of appropriate technologies related to the need for public information. BPNB Yogyakarta as public organizations should have integrated strategies and objectives which are synchronized in order to achieve a more effective performance.
Kata Kunci : balanced scorecard, pengukuran kinerja, kebudayaan/ balanced scorecard, performance measurement, culture