Analisis Pelaksanaan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) Jenjang Pendidikan Dasar di Kabupaten Manggarai
YULISANUS A. MADUR, Dr. Bevaola Kusumasari
2016 | Tesis | S2 Administrasi PublikPenelitian ini membahas mengenai pelaksanaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM) jenjang Pendidikan Dasar di Kabupaten Manggarai tahun 2015. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa alasan antara lain: Pertama, masih ditemukan adanya siswa putus sekolah dari tahun ke tahun di Kabupaten Manggarai sampai dengan tahun 2015. Kedua, masih rendahnya tingkat partisipasi sekolah pada jenjang Pendidikan Dasar di Kabupaten Manggarai yang dilihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM). Selanjutnya, program Bantuan Siswa Miskin dipilih sebagai obyek kajian karena program ini bertujuan untuk mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah serta menarik siswa putus sekolah agar kembali mendapatkan layanan pendidikan dengan harapan tingkat partisipasi sekolah menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program Bantuan Siswa Miskin jenjang Pendidikan Dasar dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan program Bantuan Siswa Miskin jenjang Pendidikan Dasar di Kabupaten Manggarai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptip kualitatif dengan informan yaitu pihak dinas PPO 2 orang, Kepala Sekolah 6 orang, siswa miskin 30 orang, orang tua siswa 6 orang, pihak BRI 1 orang, BPS 1 orang, Dinas Sosial 1 orang serta Kepala desa 3 orang. Proses pengumpulan data dilakukan melalui tahapan observasi, wawancara, serta studi literatur terkait data-data yang relevan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program Bantuan Siswa Miskin jenjang Pendidikan Dasar di Kabupaten Manggarai belum berhasil. Hal ini dilihat dari salah satu parameter penilaian implementasi yaitu kepatuhan implementor yang tidak berhasil dengan baik. Sedangkan parameter kualitas output program sudah berhasil yang dilihat dari 5 indikator yang berhasil dari 7 indikator penilaian. Adapun kelima indikator yang berhasil dalam menilai kualitas output program Bantuan Siswa Miskin adalah indikator akses, cakupan, frekwensi, akuntabilitas serta kesesuaian program dengan kebutuhan. Sedangkan indikator yang belum berhasil meliputi indikator bias serta ketepatan layanan. Selanjutnya, faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program Bantuan Siswa Miskin jenjang Pendidikan Dasar di Kabupaten Manggarai yang bersifat mendukung adalah faktor lingkungan kebijakan dan karakteristik kebijakan. Sedangkan faktor yang sifatnya menghambat adalah faktor sumberdaya baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya finansial. Dari hasil penelitian ini disarankan beberapa hal yaitu pertama, kepada pihak BRI perlu melakukan perekrutan pegawai baru agar pelayanan lebih cepat. Kedua, pihak Desa, RT dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai perlu melakukan forum pendataan bersama atau diskusi lintas stakeholder untuk mencegah bias data, dan ketiga kepada Dinas PPO Kabupaten Manggarai untuk memasukan dana monitoring dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahunan serta bagi pihak sekolah bisa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk transportasi pengambilan dana.
This study discusses the implementation of Help Poor Students Program (BSM) the level of Primary Education in Manggarai Regency in 2015. The research was motivated by several reasons namely: First, there are students out of school from year to year in Manggarai regency until 2015. Second, the low level of school participation at the level of Primary Education in Manggarai Regency as seen from the Gross Enrolment Ratio (APK) and net enrollment ratio (APM). Furthermore, BSM program selected as the object of study, because the BSM program aims to prevent students from dropping out of school. BSM program is also intended for poor students receive educational services so that enrollment for the better. The purpose of this study is to investigate the implementation of BSM program and determine the factors that influence the implementation of BSM program in Manggarai Regency. The method used in this research is descriptive qualitative. Informants in this study consisted of 2 people from Dinas PPO, 6 headmaster, 30 poor students, 3 village heads, 1 person from Dinas Sosial, 1 person from the BPS and 1 persoan from BRI The process of data collection is done through the stages of observation, interview, and literature study related data relevant. Results of this study concluded that the implementation of BSM program in Manggarai Regency have not been successful. It is seen from one of the parameters, that is the compliance of implementor that did not work well. While the output quality parameters already successful program, that there are five indicators of successful of the seven assessment indicators. The fifth indicator in assessing the quality of the output successful BSM program are indicators of access, coverage, frequency, accountability and compliance programs to the needs. While less successful indicators include indicators of bias and accuracy of service. Furthermore, the factors that affect the implementation of BSM program in Manggarai regency supportive factor is the policy environment and the characteristics of the policy. While the factors that are inhibiting factor is resources both human and financial resources. From the results of this study suggested several things: first, to the BRI need to recruit new employees in order to service more quickly. Second, village officials, RT and the Central Bureau of Statistics of Manggarai need to perform data collection together or discussion forum all stakeholders to prevent bias the data, and the third to Dinas PPO to include the monitoring funds in the Work Plan and Budget (RKA) annual. The fifth for the school could use School Operational Funds (BOS) to transport the withdrawal of BSM.
Kata Kunci : Analisis Pelaksanaan Program, Pendidikan, Program Bantuan Siswa Miskin,Analysis of Program Implementation, Education, Help Poor Students Program