CERITA BERSERI YUUSHI YUUME KARYA HISANORI KATO: KAJIAN CERITA PERJALANAN KONTEMPORER DEBBIE LISLE
AKMAL JAYA, Prof. Dr. Faruk, S.U
2016 | Tesis | S2 Ilmu SastraPenelitian ini bertujuan untuk menunjukkan tegangan-tegangan dalam menggambarkan daerah asing, sebagai akibat dari adanya refleksi empat wacana hegemoni kolonial (genre, subjektivitas modern, pemetaan modern, nostalgia) dengan pengaruh perkembangan globalisasi, dalam cerita perjalanan kontemporer Yuushi Yuume. Peneliti menggunakan pendekatan Cerita Perjalanan Kontemporer dan Politik Global, Debbie Lisle untuk mengungkapkan 1) bagaimana refleksi empat wacana kolonial dalam Yuushi Yuume, 2) bagaimana perkembangan globalisasi memberikan dampak dalam merepresentasikan other. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Yuushi Yuume masih merefleksikan empat wacana kolonial dalam batas-batas tertentu, 2) pengaruh globalisasi menciptakan adanya penyimpangan terhadap empat wacana hegemoni kolonial. Kemudian temuan lain, yaitu adanya pengaruh dari kebudayaan Jepang yang melekat dalam diri pengarang. Ketiga hal ini menyebabkan Yuushi Yuume berada dalam posisi yang ambivalen, ambigu, dan juga antagonistik. Hal tersebut terlihat dari startegi penampilan diri dan juga merepresentasikan other yang terkadang menggunakan pandangan kolonial dan juga pandangan kosmopolitan.
This research is aimed to show tensions in describing new place throughout travel writing contemporer Yuushi Yuume as a result of four reflective colonial hegemonically discourses (genre, modern subjectivity, modern cartography, nostalgia) along with the occurence on globalization. The researcher applied Debbie Lisle's theory on travel writing and global politics as an approach to reveal 1) How are the colonial hegemonigally discourses reflected in Yuushi Yuume 2) How the occurence of globalization give impact in representing other. The results of this research show: 1) Yuushi Yuume still reflected four types of colonial discourses with certain circumference. 2) The impact of globalization creates discrepancies toward the four colonial hegemonically discourses. Other result shown that there is intense influence from Japanese culture in the author's self. These three factors brought Yuushi Yuume ambivalence, ambiguous and also antagonistic. Those can be seen throughout the strategy in revealing the self and presenting other which moved varied between colonial and cosmopolitan vision.
Kata Kunci : cerita perjalanan kontemporer, genre, subjektivitas modern, pemetaan modern, nostalgia, pandangan kolonial, pandangan kosmopolitan, globalisasi, kebudayaan Jepang, travel writing contemporer, genre, modern subjectivity, modern cartography, nostalgia, co