STRUKTURASI GENDER DI MEDIA (STUDI KASUS PEKERJA PEREMPUAN DI RAKOSA "FEMALE RADIO" YOGYAKARTA)
STARA ASRITA, Novi Kurnia, M.Si., M.A., Ph.D.
2016 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiArtikel ini membahas tentang strukturasi gender di radio Rakosa "Female Radio" Yogyakarta. Perempuan memiliki keterbatasan untuk mengakses media baik dalam penggambaran teks maupun sebagai pekerja. Dunia media sebagai male industry membuat laki-laki memiliki kuasa untuk menentukan dan mengontrol posisi perempuan. Strukturasi gender membuat perempuan sebagai pekerja tidak mampu mengaktualisasikan diri secara maksimal karena aturan atau norma patriarki. Dominasi laki-laki secara ekonomi politik merugikan perempuan secara pemikiran dan tindakan karena diproduksi berkelanjutan. Hubungan atau relasi sosial yang terjadi antara perempuan dan laki-laki menjadi tidak seimbang karena dominasi salah satu kelompok. Pekerja perempuan menjadi kelompok yang mendapat ketidakadilan akibat sistem media yang tidak memberikan kesempatan sama dalam bekerja.
This article discuss gender structuration in Rakosa "Female Radio" Yogyakarta. Female are more likely to have limited access to media either as consumer or worker. Often regarded as male industry, media industry tend to let male hold more power to decide and control female position. Gender structuration then make female worker have hard time in maximalizing their self-actualization due to patriarchial norms and rules. Continuous production of male domination in political economy also cause harm in female thoughts and actions. Social relations in between female and male then become inequal due to one sex domination. The domination of male lead inequal chance for workers in workplace resulting in female workers as most opressed group in media system.
Kata Kunci : strukturasi gender, pekerja perempuan, ekonomi politik media, patriarki, relasi sosial/gender structuration, female worker, political economy of media, patriarchy, social relations