CAREER MANAGEMENT AND EMPLOYEE MOTIVATION AT ESTABLISHMENT CAREER STAGE IN DIRECTORATE GENERAL OF TREASURY REPUBLIC OF INDONESIA
NANANG HERU SETYO P., T. Hani Handoko, MBA., Ph.D
2016 | Tesis | S2 ManajemenMotivasi pegawai adalah salah satu aspek penting di dalam organisasi karena dapat mempengaruhi kinerja, produktivitas, komitmen pegawai dan sebagainya. Sementara itu, karir manajemen adalah salah satu contoh praktik manajemen sumber daya manusia yang dipercaya dapat meningkatkan motivasi pegawai. Namun demikian, berdasarkan fakta, tidak semua studi akademik dapat membuktikan korelasi tersebut. Untuk itu, melakukan penelitian untuk mengetahui korelasi antara manajemen karir dan motivasi pegawai sangatlah penting dan menarik. Lebih lanjut, mempelajari motivasi pegawai di lingkungan kerja sangat menarik mengingat masih adanya perdebatan antar ahli tentang motivasi pegawai pada sektor privat dan sektor publik. Sebagian ahli berpendapat bahwa semua pegawai di kedua sektor adalah sama, penghargaan ekstrinsik seperti karir dan uang adalah cara terbaik untuk memotivasi mereka. Sebaliknya, sebagian ahli berpendapat bahwa motivasi pegawai pada sektor publik adalah berbeda, mereka memberikan nilai lebih kepada faktor intrinsik daripada penghargaan ekstrisik. Tujuan utama studi ini adalah untuk menentukan korelasi antara manajemen karir dan motivasi pegawai di Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Studi ini fokus pada pegawai yang sedang berada pada establishment career stage (pegawai yang sudah bekerja lebih dari 2 tahun dan atau berusia antara 30-45 tahun) karena pegawai pada tahap ini cenderung lebih ingin terlibat dan sangat memperhatikan perkembangan karirnya. Selain itu, studi ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor utama yang dapat memotivasi pegawai di sektor publik. Metodologi gabungan yaitu melalui metode kuantitatif dengan mendistribusikan kuesioner dan metode kualitatif dengan melaksanakan wawancara, digunakan untuk mengumpulkan data. Analisa regresi dan statistik deskriptif digunakan untuk menentukan tingkat korelasi dan analisa data. Hasil studi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara manajemen karir dan motivasi pegawai di objek penelitian. Studi ini juga menunjukkan bahwa pegawai pada sektor publik lebih termotivasi oleh faktor intrinsik seperti pemberian tanggung jawab/otonomi, nilai pekerjaan/pentingnya pekerjaan bagi masyarakat, dan perasaan saling terkait/komitmen sebagai satu tim di tempat kerja. Hasil studi ini menambah bukti baru bagi literatur akademis dimana motivasi pegawai sektor publik adalah berbeda dengan sektor privat, mereka memberikan nilai yang lebih pada penghargaan intrinsik daripada penghargaan ekstrinsik seperti uang dan karir.
Employee motivation is an important aspect in organization because it can affect company performance, productivity, commitment, etc. While career management is an example of Human Resources practice that believed can increase employee motivation. However, studying correlations between career management and employee motivation is important and interesting due to the facts that not all academic studies can prove those relationships. Moreover, studying motivation at workplace is interesting since debates among scholars about employee motivation at the private and the public sector still exist. Some scholars argue that all employees are similar in all sectors; extrinsic rewards such as career and cash reward are the best way to motivate them. The main purpose of this study is to determine correlation between career management and employee motivation at Directorate General of Treasury Republic of Indonesia. The study is focus on employees at establishment career stage (has more than 2 years experience and/or in between 30 until 45 years old) because the employees at this stage have high involvement and concern at career development. Additionally, this study also wants to understand the main factors that can motivate employee at the public sector. A mix methodology, quantitative method by distributing questionnaires and qualitative method by conducting interviews, is used to collect the data. Regression analysis and descriptive statistics are used to determine the level of correlation and analyze the data. The study results show that there is no relationship between career management and employee motivation. In addition, the study finds that employees at the public sector are more motivated by intrinsic factors such as responsibility/autonomy, the important work for the society, and feeling relatedness/commitment as a team in their workplace. These findings provide new evidence for academic literature that public sector employees are different, they give higher value for intrinsic rewards rather than extrinsic rewards.
Kata Kunci : Manajemen karir, motivasi, tahap pembentukan karir, sektor publik