RENCANA BISNIS REPARASI ALAT MUSIK TIUP LOGAM
RICO SAKTIAWAN J. J., Sahid Susilo Nugroho, Dr., M.Sc.
2016 | Tesis | S2 ManajemenJasa reparasi alat musik tiup logam belum banyak tersedia di Indonesia. Padahal alat musik tiup logam merupakan alat musik yang sensitif dan rentan akan kerusakan. Selain itu, alat musik tiup logam merupakan alat musik dengan harga yang sangat mahal. Kerusakan sampai tidak bisa digunakan lagi dari alat musik ini tentunya sangat disayangkan jika dibandingkan dengan harga belinya. Di Yogyakarta, belum ada bisnis yang berfokus pada reparasi alat musik tiup logam. Padahal di Yogyakarta terdapat tujuh unit marching band, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, Prodi Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY, dan beberapa instansi lainnya yang memiliki alat musik tiup logam. Keberadaan pasar potensial ini tentunya dapat menjadi peluang untuk memasarkan bisnis reparasi alat musik tiup logam di Yogyakarta. Oleh karena itu diperlukanlah penyusunan rencana bisnis reparasi alat musik tiup logam. Dalam penyusunan rencana bisnis reparasi alat musik tiup logam harus dilakukan analisis PESTEL dan analisis kompetisi industri untuk mengetahui situasi pasar reparasi alat musik tiup logam di Yogyakarta. Perumusan misi, visi, kanvas model bisnis, dan model fungsional bisnis reparasi alat musik tiup logam disesuaikan dengan kondisi pasar reparasi alat musik tiup logam. Selain itu, analisis kelayakan bisnis dari sisi keuangan harus menggunakan NPV, IRR, dan Payback Period. Proposisi nilai yang ditawarkan BrassON adalah reparasi alat musik tiup logam yang handal dan dapat dipercaya dalam mereparasi segala jenis kerusakan alat musik tiup logam serta menerima reparasi di lokasi konsumen. Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner, focus group discussion, dan peta empati, diperoleh respon positif dan minat calon konsumen terhadap reparasi alat musik tiup logam BrassON. Kehadiran BrassON di Yogyakarta sebagai jasa reparasi alat musik tiup logam diharapkan dapat menjadi solusi masalah tidak terdapatnya jasa reparasi alat musik tiup logam di Yogyakarta. Pengeluaran investasi awal yang digunakan untuk pendirian BrassON adalah Rp 423.554.000. Berdasarkan analisis keuangan pada skenario normal, pesimis, dan optimis, bisnis reparasi alat musik tiup logam BrassON layak untuk dijalankan. Nilai Net Present Value sebesar Rp 145.998.845, Internal Rate of Return sebesar 24 persen dan Payback Period selama 2,2 tahun.
Reparation services of brass instruments have not been widely available in Indonesia. Though brass instrument is a musical instrument that is sensitive and vulnerable to damage. In addition, brass instrument is a musical instrument with a very expensive price. Damage until cannot be used on this instrument would be very unfortunate if compared to the purchase price. In Yogyakarta, there is no business that focuses on brass instruments reparation. Whereas in Yogyakarta there are seven units marching band, Faculty of Arts Performing ISI Yogyakarta, study program Music Arts Faculty of Language and Art UNY, and several other institutions that have brass instruments. The existence of this potential market certainly can be an opportunity for the business market brass instruments reparation in Yogyakarta. Therefore, it requires the preparation of a business plan brass instruments reparation. In drafting the business plan brass instruments reparation should be done PESTEL analysis and competition analysis of the industry to know the market situation for brass instruments reparation in Yogyakarta. The formulation of the mission, vision, business model canvas, and a functional model business brass instruments reparation adapted to market conditions brass instruments reparation. In addition, business feasibility analysis of the financial side should use NPV, IRR, and Payback Period. The value proposition offered by BrassON is brass instruments reparations that is reliable and trustworthy in repairing any kind of damage to brass instruments and receive reparations in the location of the consumer. Based on data obtained from questionnaires, focus group discussions, and an empathy map, obtained a positive response and interest of potential customers to brass instruments reparation BrassON. BrassON presence in Yogyakarta as reparations services of brass instruments is expected to be a solution to the problem is not the presence of service brass instruments reparation in Yogyakarta. The initial investment spending is used for the establishment BrassON is Rp 423.554 million. Based on financial analysis in a normal scenario, pessimistic and optimistic, brass instrument reparations business BrassON eligible to run. Net Present Value of Rp 145 998 845, Internal Rate of Return of 24 percent and a payback period of 2.2 years
Kata Kunci : Rencana bisnis, alat musik tiup logam, reparasi