Keunggulan Keramik Bayat Dengan Teknik Putaran Miring
DINI CARAKA PAKARTI, Dr. Wisma Nugraha Ch.R., M.Hum; Prof. Drs. SP. Gustami, S.U
2016 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni RupaINTISARI Salah satu produk budaya lama yang masih hidup hingga sekarang adalah keramik, dan wilayah penghasil keramik yang masih bertahan dan berkembang hingga kini adalah keramik Bayat. Dalam peta "budaya tanah merah", wilayah itu memiliki kekhususan tersendiri, karena dalam proses berkaryanya, memakai alat bantu, yaitu teknik putaran miring. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana proses pembuatan keramik Bayat dengan teknik putaran miring; Mengapa teknik putaran miring mampu menjadikan keramik Bayat sebagai karya tradisi yang unggul. Pembahasan dilakukan dengan landasan teori the Function Complex yang dipopulerkan oleh Victor Papanek, didukung oleh "teknologi keramik", serta "Latar belakang penciptaan seni kriya". Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan keramik Bayat didukung oleh karakteristik tanah liatnya yang berkualitas tinggi, serta masyarakatnya secara turun-temurun mampu menciptakan alat bantu yang disebut teknik putaran miring. Perpaduan antara potensi alam dan teknologi sederhana itu ditindak-lanjuti perajinnya menjadi keahlian berseni-kerajinan keramik yang unggul dan tidak ditemukan di wilayah budaya keramik lainnya. Dengan menggunakan teknik putaran miring, mampu menghasilkan karya keramik berdinding sangat tipis, akurasi silindris yang tinggi, serta dapat menghasilkan keramik yang banyak dalam waktu singkat. Sebagai karya seni-kerajinan, keramik Bayat tetap memiliki kekuatan estetik untuk tampil dan diterima oleh masyarakat sekarang. Sebagai spirit seni tradisi, maka karya keramik Bayat adalah (1) bentuk representasi estetik dari potensi alam sekitar, (2) penjaga kebersamaan dalam kehidupannya, (3) cerminan dari spirit kaum perempuannya, dan (4) teknik putaran miring merupakan Indigenous Knowledge masyarakat perajin Keramik Bayat. Spirit itulah yang mendorong para perajinnya untuk terus berkarya. Jadi keunggulan seni-kerajinan keramik Bayat bukan hanya dari segi kekaryaan saja, tetapi juga keunggulan nilai-nilai kehidupan sosialnya.
ABSTRACT Some of the old cultural product that survive until today are ceramics, and Bayat as the producer area of ceramics that still last an develops until today. In the map of 'Red Land/Soil Culture', this area has its own specificity in their creating process in which they using an assist tool called "teknik putaran miring". The problems examine in this research are How are the making process of Bayat ceramics using "teknik putaran miring"; Why does the "teknik putaran miring" can bring the Bayat ceramics as an excellent work of tradition. As for explanation, the writer using The Function Complex theory base renowned by Victor Papanek and supported by "ceramic techonology" also "background of crafted-art creation". The result of this research shows that the special quality of Bayat ceramics are supported by the high quality of the clay and the people's there who can made tools called "teknik putaran miring" from generations. The combination of this natural potential and the simple technology then become artful skill-ceramics that superior and can not be found in the other places. By using the "teknik putaran miring", capable of producing ceramic works which has extremely thin walled, high cylindrical accuracy, and can produce lots of product in a short periods. As a work of art-crafts, Bayat ceramics still has the esthetical power to performed and accepted by society today. As the spirit of traditional arts, the ceramic works of Bayat are (1) forms a esthetical representation of the environment potency, (2) guardian of unity in its life, (3) a reflection of the its women spirit, and (4) "teknik putaran miring" is Indigenous Knowledge of it crafters society. Spirit that prompted the craftsmen to continue working. So the advantage of art-pottery Bayat not only in terms of workmanship, but also excellence values of social life.
Kata Kunci : Keramik, Teknik Putaran Miring, Bayat, Kaum Perempuan.