Fenomena Suporter Fantasi
IQBAL BAGUS P., Dr. Muhammad Supraja, M.Si.
2016 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIBesarnya animo masyarakat dalam pertandingan sepakbola, membuat sepakbola menjadi salah satu olahraga terpopuler di dunia. Selayaknya suporter sepakbola mendukung klub dari kota dimana mereka berdomisili, hal ini dapat dipahami dari rasa kedaerahan yang tumbuh dalam individu, namun pada kenyataannya terdapat tumbuh ketertarikan individu terhadap klub bola di luar negeri. ICI Yogyakarta salah satunya, terbentuk dari keinginan untuk menyatukan seluruh pennggemar klub Internazionale Milan. Fenomena tersebut menarik minat peneliti untuk membahas lebih jauh karena adanya perbedaan antara klub dan suporter dalam segi kota maupun negara. Tujuan penelitian ini yakni untuk memberi gambaran mengenai sejarah dan perkembangan fanatisme dalam sepakbola di Yogyakarta dan memberikan wawasan baru mengenai pengaruh fanatisme yang dibawa dari budaya berbeda di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan 2 metode dalam mengumpulkan data yakni, observasi dan wawancara terhadap anggota ICI Yogyakarta. Penelitian ini berlandaskan teori Habitus oleh Bourdieu, di mana perilaku/praktik yang terjadi merupakan hasil dari hubungan antara habitus, modal, dan ranah. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa Globalisasi menjadi alasan mengapa olah raga sepakola berkembang pesat baik dari segi kualitas permainan hingga ekonomi, sehingga terciptanya Industri Sepakbola. Media menjadi agen yang merekonstruksi habitus suporter sepakbola sehingga menjadi suporter fantasi. Komunitas ICI Yogyakarta dan media mempunyai peranan penting dalam merekonstruksi praktek fanatisme. Hasil penelitian ini merujuk pada sebuah hasil dimana rekonstruksi yang dilakukan Media terhadap Habitus fan sepakbola yang layar kaca melahirkan fenomena fanatisme suporter fantasi. yang menghasilkan sebuah praktek fanatisme menjadi tujuan positif dari ICI.
As one of the most popular sport in the world, football owe it�s fame to globalization; people figuratively support a club that play their games thousand miles away from where they lives. The interesting part is not only that the fans come from any geographic feature in the world but they�re conciously embrace the different culture that embedded within the club they�re choose to support. This undergraduate thesis then examines how Interisti Community Indonesia (ICI) Yogyakarta, fan base of Italy�s Internazionale Milan football club, adopts foreign values as their part of institutional identity. Using observation and interview as research method, this thesis based on the habitus theory from Bourdieu to explain the phenomenon of �fantasy supporter� that came along with the moment when football rose as a global game. The result is this phenomenon emerges from the reconstruction process of football fan�s habitus through worlwide media spread.
Kata Kunci : Keyword: football, ICI Yogyakarta, Internazionale Milan, habitus theory, fantasy supporter