ANALISIS INDUSTRI TRANSPORTASI UDARA NIAGA BERJADWAL JALUR DOMESTIK DI INDONESIA TAHUN 2010-2015
TRI PUTRA RAJALI, Ahmad Jamli, Drs., M.A.
2016 | Skripsi | ILMU EKONOMITujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi struktur pasar, perilaku, dan performa industri transportasi udara niaga berjadwal jalur domestik di Indonesia tahun 2010-2015. Selain itu penelitian ini juga ingin mencari tahu apakah terdapat indikasi pelanggaran terhadap Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Bab III, Pasal 4 ayat 2 oleh Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group Hasil analisis menunjukan bahwa struktur pasar transportasi udara niaga berjadwal jalur domestik di Indonesia pada tahun 2010-2015 adalah Oligopoli ketat dengan CR4 rata-rata sebesar 0,84 dan HHI rata-rata sebesar 2406, dan terdapat hambatan masuk pasar yang tinggi dengan MES rata-rata sebesar 0,31. Perilaku yang paling sering diterapkan oleh maskapai penerbangan adalah medium service dan tidak terdapat adanya indikasi persaingan harga diantara maskapai penerbangan. Terdapat penurunan kinerja industri di bidang efisiensi, kinerja ketepatan waktu tergolong tinggi, dan kinerja keselamatan tergolong sangat buruk. Terdapat indikasi terjadinya pelanggaran terhadap Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Bab III, Pasal 4 ayat 2 oleh Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group pada tahun 2013,2014, dan 2015.
The purposes of this research is to identify the market structure, conduct, and performance of scheduled commercial aviation domestic route industry in Indonesia between 2010-2015 using SCP (structure - conduct - performance) paradigm. Furthermore this research also aims to know if there is an indication that Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Section III, chapter 4 verse 2 was violated by Lion Air Group and Garuda Indonesia Group. The analysis of this research showed that the structure of scheduled commercial aviation domestic route industry in Indonesia from 2010-2015 was tight oligopoly with CR4 averaging at 0,84 and HHI averaging at 2406, and there was a high entry barrier with MES averaging at 0,31. The service conduct that most used by the airline was medium service and there was no indication of price competition between the airline. There was a drop on the airline performance in efficiency, on time performance was high, and safety performance was very low. There was an indication of violation of Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Section III, chapter 4 verse 2 by Lion Air Group and Garuda Indonesia Group in 2013, 2014, and 2015.
Kata Kunci : Industri transportasi udara, SCP