Studi komparatif Model Tata Kelola Perusahaan Indonesia dengan Model pertama dari Tata Kelola Perusahaan di Jepang Mengenai Dewan Independensi pada Perusahaan Tercatat (Studi Kasus PT Sri Rejeki Isman Tbk. dan Olympus Corp)
ARDHYA DHANESWARA, Karina Dwi Nugrahati Putri S.H., LL.M., M.Dev.Prac. (Adv.)
2016 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMTata Kelola Perusahaan yang baik adalah konsep dimana seperangkat aturan yang mendefinisikan hak dan tanggung jawab dari setiap peran dalam perusahaan, baik itu pemegang saham, manajemen, atau stakeholder eksternal. Dalam melaksanakan konsep ini, setiap negara telah menunjukkan keragaman satu sama lain. Menurut penulis, penelitian ini penting karena mengingat topic dewan independensi di Indonesia masih dalam tahap awal perkembangan, karena itu penulis berpendapat bahwa adalah hal penting untuk meneliti tentang kerentanan tata kelola perusahaan tercatat di Indonesia terhadap masalah-masalah mengenai dewan independensi. Penelitian hukum ini meliputi 2 (dua) permasalahan hukum, perbedaan dari kedua model tata kelola perusahaan dan tantangan Indonesia dalam hal untuk dewan independensi perusahaan yang terdaftar. Penelitian ini adalah normatif-empiris; maka pendekatan penelitian hukum ini meliputi analisis data primer dan sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka. Selain itu, penulis juga melakukan wawancara dan penelitian lapangan untuk dosen Universitas Gadjah Mada yang memiliki kemampuan dalam hukum perusahaan Jepang, Mr Tsutomu Hiraishi dan Sri Rejeki Isman Tbk. PT sebagai perusahaan publik Indonesia untuk menjawab permasalahan hokum dari penilitian ini. Hasil penelitian ini adalah bahwa model pertama tata kelola perusahaan Jepang menerapkan konsep dewan independensi dewan yang lebih ketat daripada tata kelola perusahaan Indonesia dalam lingkup perusahaan yang terdaftar. Selain itu, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia dalam hal dewan independensi perusahaan yang terdaftar.
Good Corporate Governance is a set of rules that defines the rights and responsibilities of every role within a company, be it shareholders, management, or external stakeholders. In implementing this concept, every country has shown diversity to each other. In this legal research, the author took the perspective of Indonesia and Japan in implementing their GCG, Specifically on board independence of listed company. This research is important due to various reasons, one is being the author evaluate that the topic of board independence in Indonesia is still in early development, thus it is needed for a research to analyze the vulnerability of Indonesian corporate governance towards any problem on board independence. This legal research covered 2 (two) legal problems, which are the differences of both corporate governances and the challenge of Indonesia in regard to board independence of listed company. This research is a normative-empiric; hence the approach of this legal research includes primary and secondary data analysis that obtained through library research. Additionally, the author also conducted Interview and field research to a lecturer of Gadjah Mada University that has the capability in Japanese company law, Mr. Tsutomu Hiraishi and Sri Rejeki Isman Tbk. PT as an Indonesian listed company to answer the legal problems. The result of this research is that Japanese first model of corporate governance is implementing stricter board independence than Indonesian corporate governance in the scope of listed company. Furthermore, there are some challenges that must be faced by Indonesia in sense of board independence of listed company.
Kata Kunci : Tata Kelola Perusahaan yang baik, Dewan Independensi, Tata Kelola Perusahaan di Indonesia, Tata Kelola Perusahaan di Jepang.