Strategi Institusi Pendidikan Kesehatan di Yogyakarta dalam Mempersiapkan Tenaga Keperawatan di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN: Studi Kasus Prodi Ilmu Keperawatan UGM dan Universitas ���¢�¯�¿�½�¯�¿�½Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta
ADE MELANI, Dr. Phil. Gabriel Lele, S.IP., M.Si.
2016 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Tenaga perawat memiliki porsi terbesar dalam presentase tenaga kerja kesehatan tidak hanya di Indonesia namun juga secara global sehingga berperan penting dalam proses pelayanan kesehatan. Di era MEA, tenaga perawat sangat dibutuhkan untuk mengisi kekurangan tenaga perawat di negara-negara ASEAN dengan mendatangkan tenaga perawat dari negara lain. Kekurangan tenaga keperawatan di Indonesia akan menjadikan peluang yang besar bagi tenaga keperawatan dari negara lain yang memiliki kualitas lebih baik. Peran institusi pendidikan kesehatan sangat besar dalam upaya mempersiapkan tenaga keperawatan agar siap berkompetisi di era MEA dan mencetak tenaga keperawatan yang berkualitas sesuai dengan standar internasional. UGM dan Unisa Yogyakarta sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan keperawatan di Yogyakarta kini telah mempersiapkan diri serta tenaga perawatnya demi menghadapi era MEA. Maka untuk menjawab hal tersebut penelitian ini menggunakan analisis strategi dalam internasionalisasi pendidikan tinggi menurut Jane Knight, yaitu strategi program dan strategi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh PSIK FK UGM dan PSIK FIKES Unisa Yogyakarta dalam mempersiapkan tenaga keperawatan di era MEA, menganalisis strategi yang dilakukan oleh kedua institusi apakah dapat menjawab tuntutan tenaga keperawatan MEA, menganalisis seberapa besar kesenjangan antara rencana dan realita dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan strategi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dan telaah pustaka. Selanjutnya data dianalisis secara bertahap sesuai dengan metode Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, triangulasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga keperawatan UGM dan Unisa Yogyakarta telah mempersiapkan tenaga keperawatannya melalui pelaksanaan strategi organisasi dan strategi program. Hambatan strategi datang dari internal yaitu SDM yang kurang mencukupi, sulitnya menerapkan budaya mutu institusi, perbedaan kemampuan daya tangkap dari mahasiswa, fasilitas yang belum lengkap dan jaringan informasi yang belum tertata baik serta dari sisi eksternal institusi adalah sulitnya penyesuaian jadwal guest lecture serta jadwal pelaksanaan program CFHC-IPE. Namun selain itu adapula faktor pendukung dalam proses implementasi strategi dari kedua institusi yang mendorong pelaksanaan strategi di kedua institusi. Sedangkan kesenjangan antara rencana dan realisasi yang terjadi pun tidak terlalu besar karena banyak strategi yang berjalan.
Tenaga perawat memiliki porsi terbesar dalam presentase tenaga kerja kesehatan tidak hanya di Indonesia namun juga secara global sehingga berperan penting dalam proses pelayanan kesehatan. Di era MEA, tenaga perawat sangat dibutuhkan untuk mengisi kekurangan tenaga perawat di negara-negara ASEAN dengan mendatangkan tenaga perawat dari negara lain. Kekurangan tenaga keperawatan di Indonesia akan menjadikan peluang yang besar bagi tenaga keperawatan dari negara lain yang memiliki kualitas lebih baik. Peran institusi pendidikan kesehatan sangat besar dalam upaya mempersiapkan tenaga keperawatan agar siap berkompetisi di era MEA dan mencetak tenaga keperawatan yang berkualitas sesuai dengan standar internasional. UGM dan Unisa Yogyakarta sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan keperawatan di Yogyakarta kini telah mempersiapkan diri serta tenaga perawatnya demi menghadapi era MEA. Maka untuk menjawab hal tersebut penelitian ini menggunakan analisis strategi dalam internasionalisasi pendidikan tinggi menurut Jane Knight, yaitu strategi program dan strategi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh PSIK FK UGM dan PSIK FIKES Unisa Yogyakarta dalam mempersiapkan tenaga keperawatan di era MEA, menganalisis strategi yang dilakukan oleh kedua institusi apakah dapat menjawab tuntutan tenaga keperawatan MEA, menganalisis seberapa besar kesenjangan antara rencana dan realita dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan strategi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dan telaah pustaka. Selanjutnya data dianalisis secara bertahap sesuai dengan metode Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, triangulasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga keperawatan UGM dan Unisa Yogyakarta telah mempersiapkan tenaga keperawatannya melalui pelaksanaan strategi organisasi dan strategi program. Hambatan strategi datang dari internal yaitu SDM yang kurang mencukupi, sulitnya menerapkan budaya mutu institusi, perbedaan kemampuan daya tangkap dari mahasiswa, fasilitas yang belum lengkap dan jaringan informasi yang belum tertata baik serta dari sisi eksternal institusi adalah sulitnya penyesuaian jadwal guest lecture serta jadwal pelaksanaan program CFHC-IPE. Namun selain itu adapula faktor pendukung dalam proses implementasi strategi dari kedua institusi yang mendorong pelaksanaan strategi di kedua institusi. Sedangkan kesenjangan antara rencana dan realisasi yang terjadi pun tidak terlalu besar karena banyak strategi yang berjalan.
Kata Kunci : MEA, perawat, nurse, strategi, strategi program, strategi organisasi, PSIK, UGM, Unisa Yogyakarta