EVALUASI KONSOLIDASI TANAH DARI ASPEK PELAKSANAAN DAN MANFAAT DI DESA WAJOK HULU KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN MEMPAWAH
DWI CAHYO WICAKSONO, Ir. Djurdjani, M.S.P., M.Eng., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESIKonsolidasi tanah adalah kebijakan yang mengatur tentang penataaan dan pengaturan bidang tanah serta pengadaan tanah dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan, pembangunan sarana dan prasarana. Pada setiap pelaksanaan konsolidasi tanah terdapat perbedaan objektif dan prosedur yang disesuaikan dengan permasalahan yang terjadi. Desa Wajok Hulu adalah salah satu lokasi pelaksanaan konsolidasi tanah di Indonesia. Pelaksanaan tersebut disebabkan oleh adanya konflik kepemilikan bidang tanah dan konsolidasi tanah menjadi salah satu bentuk akhir penyelesaian konflik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi konsolidasi tanah di Desa Wajok Hulu dalam aspek pelaksanaan dan kemanfaatan. Pada penelitian ini, metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode tersebut mendeskripsikan pandangan dari pemangku kepentingan terkait topik penelitian dan memperhatikan nilai kegunaan dari aspek yang diuji dalam penelitian. Data yang diambil adalah peta sebelum dan sesudah konsolidasi tanah serta laporan pelaksanaan konsolidasi tanah dengan meminta izin pengambilan data ke Kantor Pertanahan Kabupaten Pontianak. Terdapat data lainnya, yaitu pandangan pemangku kepentingan terkait pelaksanaan konsolidasi tanah yang didapatkan melalui wawancara dengan mengacu pada desain wawancara yang telah dibuat sebelumnya. Peta dan laporan tersebut diolah menjadi peta perubahan bidang tanah dan tabel perubahan bidang tanah. Pada sisi lainnya, pandangan pemangku kepentingan diolah dengan melakukan pengelompokan sesuai dengan topik penelitian. Data-data tersebut dilakukan analisis dan evaluasi dari aspek pelaksanaan dan kemanfaatan konsolidasi tanah serta hasilnya dirincikan dalam bentuk tabel hasil evaluasi. Hasil analisis dan evaluasi serta hasil wawancara pemangku kepentingan yang didapatkan menyimpulkan bahwa terdapat kendala teknis berupa lamanya pembayaran biaya pelaksanaan, ketidaklengkapan prasyarat pelaksanaan, terhambatnya penyaluran logistik dan kesalahan pengukuran batas bidang tanah. Terdapat juga kendala non teknis berupa kesalahpahaman tentang kegiatan konsolidasi tanah, terdapat isu mengenai variasi biaya pelaksanaan dan terjadi pungutan liar. Pada hasil wawancara pemangku kepentingan dapat disimpulkan bahwa manfaat yang didapatkan berupa penataan lingkungan, akses jalan memadai, peningkatan fasilitas umum dan sosial, serta pembuatan bukti kepemilikan bidang tanah.
Land consolidation is a policy about structuring and arranging of land parcel, also providing land availability in order to improve the quality of the environment and the development of facilities and infrastructure. On each of the implementation of land consolidation, there is a difference between the objective and the procedure which adjusted with the problems occur. Wajok Hulu is one of land consolidation projects that held in Indonesia. Land consolidation at Wajok Hulu is caused by the conflict about ownership of land parcel and the projects is the final form of conflict resolution. The aim of this research is to evaluating land consolidation at Wajok Hulu based on the aspects of implementation and benefits. In this research, analysis method used is a descriptive qualitative research. The method describes the view of stakeholders related to the research topic and noticing utility value of the aspects that tested in research. The data in this research is map before and after land consolidation and also the reported document of it by asking permission for taking data to Kantor Pertanahan District Pontianak. There are other data, namely the views of stakeholders related to the implementation of land consolidation that obtained through interview with refers to the design of interview which has been created previously. The map and a report will be processed into a new map about changes in land parcel and the table of changes in land parcel. On the other side, views of stakeholders will be processed by doing the classification in accordance with the research topic. The processed data will be used in the analysis and evaluation from aspects of implementation and benefit land consolidation and also the results of the analysis and evaluation are detailed in tables of results of the evaluation. The results of the analysis and evaluation and the results of the interview stakeholders concluded that there are technical obstacles that occurs when the implementation of land consolidation in Wajok Hulu such as long duration of payment the cost from projects, incompleteness of precondition land consolidation, delay in logistics distribution and error from measurement boundary of land parcels. There are another kind of obstacles, that is non-technical obstacles such as misunderstanding about land consolidation concepts, rumor about variation from cost of land consolidation and illegal levies. On the results of the interview stakeholders can be concluded that there are benefits from land consolidation such as environment arranged, adequate road access, upgrading public and social facilities, also producing the proof of land parcel ownerships.
Kata Kunci : evaluasi, konsolidasi tanah, pemangku kepentingan