Analisis Pengaruh Work Life Balance terhadap Kepuasan Kerja dan Intensi untuk Keluar Studi pada Manajer di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
LUKAS, Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 MANAJEMENUsaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun, UMKM ditemukan memiliki tingkat turnover karyawan yang tinggi. Hal ini menyebabkan tingginya biaya yang perlu dikeluarkan oleh UMKM untuk mengganti karyawan yang keluar tersebut. Work Life Balance (WLB) dianggap sebagai sebuah variabel yang dapat meningkatkan kepuasan kerja. WLB dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu praktik dan budaya. Keduanya akan diukur pengaruhnya terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja kemudian diukur pengaruhnya yang dipercaya akan mengurangi intensi untuk keluar. Responden dalam penelitian ini adalah manajer UMKM di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengaruh yang tidak signifikan antara praktik WLB persepsian terhadap kepuasan kerja. Namun, ditemukan pengaruh yang positif dan signifikan antara budaya yang mendukung WLB terhadap kepuasan kerja, serta pengaruh yang negatif dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap intensi untuk keluar.
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have the important role in Indonesia economic growth. But, MSMEs have been found that they have high level in employee turnover. This problem caused higher cost that MSMEs have to spend for replace the employee that resign from the company. Work Life Balance (WLB) has been identified as a variable that will increase the job satisfaction. In this research, WLB have been divided to practice and culture. Both of them will be investigated the influence to job satisfaction. Next, job satisfaction will be investigated the influence that have been believed will decrease the intention to leave. The respondent in this reserach was manager in MSMEs in Yogyakarta Special Region Province. The result of the investigation indicates that there is not significance influence between perception of work life balance practice to job satisfaction. But, have been indicated the postive and significance influence between work life balance supportive culture to job satisfaction and the negative and significance influence between job satisfaction to turnover intention.
Kata Kunci : praktik work-life balance persepsian, budaya yang mendukung work-life balance, kepuasan kerja, intensi untuk keluar