Analisis potensi kepariwisataan Wilayah :: Studi kasus wilayah Ambarawa dan sekitarnya
PURNOMO, Suharyo Joko, Ir. Bakti Setiawan, M.A.,Ph.D
2003 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahFokus penelitian ini adalah untuk mempelajari aktivitas wisatawan dari aspek hubungan supply - demand. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Ambarawa dan sekitamya. Analisis difoloiskan pada faktor-faktor apa yang menyebabkan gap / friksi antara tingicat kunjimgan berwisatanya dengan ketersediaan obyek dan dukungan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling. Terpilih simpulsimpul penelitian: Kopeng, Curugsewu dan, Kedungombo. Simpul-simpul penelitian ini dipilih dengan pertimbangan-pertimbangan bahwa mereka memiliki kesamaan pintu masuk wisatawan dan kesetaraan atraksi dan kondisi lingkungannya dengan wilayah Ambarawa dan sekitamya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara berturut - turut wisatawan hanya mengunjimgi obyek wisata Candi Gedongsongo 58 %, Bandungan Indah 71 % dan, Rawapening 71 %. Berdasarkan umur secara berumtan, 38 % dari kelompok umur muda (<25 tahun) dan 43 % dari kelompok dewasa (25-45 tahun); 81 adalah pengunjung berpendidikan di bawah SLTA dan 64 % sudah bekeija. Kebanyakan pengunjung datang secara mandiri (tanpa biro peijalanan wisata) 94 % dan berombongan atau bersama keluar^ 97 %. Temuan ini mengindikasikan: (1) atraksi alam banyak menarik wisatawan; Jadi, diduga wisatawan yang berkunjung ke Wilayah Ambarawa dan sekitamya memiliki minat pada wisata alam; (2) mereka berkunjung dengan tujuan yang bervariasi dari sekedar senang - senang, beipetualang, mencari pengalaman, mencari ilmu / wawasan, mencari keunikan sampai untuk mendukung kelancaran keija / usaha dan; (3) Banyaknya wisatawan yang datang secara mandiri mengindikasikan bahwa mereka membutuhkan fasilitas dan jasa pendukung seperti mformasi kepariwisataan yang gamblang dan sarana/prasarana transportasi yang memadahi. Wisatawan rombongan juga mengindikasikan mereka membutuhkan fasilitas publik seperti tempat-tempat yang rindang, taman, area terbuka untuk aktivitas bersama mereka. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa obyek-obyek wisata di Wilayah Ambarawa dan sekitamya belum dapat memenuhi minat dan kebutuhan pengunjung. Dugaan ini didasarkan bahwa obyek wisata alamnya banyak yang mengalami penurunan kualitas daya t^k karena banyaknya bangunan wisata yang menggunakan lahan secara tidak tertata, tidak sesuai peruntukannya, kotor dan buruk. Kondisi ini justm mengurangi kenyamanan berwisata. Sementara itu kebutuhan informasi, transportasi dan, fasilitas komunal masih terbatas.
The focus of this research is to study tourism activities in terms of supply - demand relation. The research area is Ambarawa and its surrounding. This analysis focuses on factors which caused a gap between the number of visitors and the availability of objects and their infrastructure. This research, employed purposive random sampling method, choses three spots: Kopeng, Curugsewu, and Kedungombo. These spots are chosen because they are accessible by the same entrance as and similar in attraction features to Ambarawa and its surrounding areas. The research finding shows that only 58% of the visitors visit Gedongsongo, 71% Bandungan Indah, 71% Rawapening respectively. According to age, 38% of the visitors are from young age group (below 25), 43% are adults (aged between 25 and 45) respectively. According to their educational background, 81% of the visitors have education below SLTA level. Most of the visitors come independently (without service from travel bureaus) while 97% come in groups or with families. These findings also indicate some following points: 1) natural attraction dominates the tourist interests; on that account, it is estimated that visitors who travel to see Ambarawa and its surrounding areas have an interest in nature tourism; 2) they come for various purposes; pleasure, adventure, experience, uniqueness, and business activities, 3) a great number of visitors who come independently denote that they need complementary facilities and services such as tourism information, sufficient means of transport and the infrastructure, as well as public facilities; visitors who come in groups also indicate that they need public facilities such as shady places with lots of trees, parks, as well as open spaces for communal activities. The research concludes that the tourism objects in the region of Ambarawa and its surroxmding areas have not been able to satisfy the interests and needs of the visitors. This conclusion has been made on the basis that there are a large number of natural objects which have lost their attraction features due to the large number of buildings which were unplanned and dirty and ugly. This in tum reduces the sightseeing enjoyment. Further, the availability of information, transportation, and public facilities is also still limited.
Kata Kunci : Kepariwisataan