ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN LABA BERBASIS AKRUAL DAN AKTIVITAS RIIL TERHADAP NILAI PERUSAHAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014)
ANIDA MUSTALFIA RAHMA SUCI, Irfan Nursasmito, Drs., Ak., M.Si.,
2016 | Skripsi | S1 AKUNTANSIIndonesia merupakan negara berkembang yang masih memiliki tingkat hukum yang rendah dan tingkat korupsi yang tinggi, sehingga rentan terindikasi praktik manajemen laba. Manajemen laba dapat memberikan informasi yang salah kepada pengguna laporan keuangan yang akan berdampak pada keputusan yang diambil. Keputusan yang salah dapat mempengaruhi nilai perusahaan ke depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris pengaruh manajemen laba akrual dan manajemen laba riil terhadap nilai perusahaan. Manajemen laba akrual diproksikan dengan discretionary accrual (DA) sedangkan manajemen laba riil diproksikan dengan tingkat pengelolaan penjualan, pengeluaran diskresioner, dan biaya produksi. Penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa manajemen laba akrual, tingkat pengelolaan penjualan yang dilihat dari aliran kas abnormal, dan pengeluaran diskresioner abnormal berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan biaya produksi abnormal berpengaruh negatif secara signifikan terhadap nilai perusahaan.
ABSTRACT Indonesia is a developing country that still has a low level of law and a high level of corruption, making it vulnerable indicated earnings management practices. Earnings management can provide wrong information to financial statements' users that would have an impact on the decision making. The wrong decision could affect the company's future value. The purpose of this study is to determine empirically the effect of accrual earnings management and real earnings management to the firm value. Accrual earnings management is measured by discretionary accruals (DA) while real earnings management is measured by the level of sales management, reduction of discretionary expenses, and production costs. This study uses multiple linear regressions. The research proves that accrual earnings management, sales management level as seen from the abnormal cash flow and abnormal discretionary expenses have significantly positive effect on firm value. On the other hand, abnormal production costs have significantly negative effect on firm value.
Kata Kunci : Manajemen laba, discretionary accrual, Arus kas abnormal, Biaya produksi abnormal, Pengeluaran diskresioner abnormal, Nilai perusahaan.