Laporkan Masalah

Pertanggungjelasan Sukarela dan Faktor Internal Organisasi yang Mempengaruhinya

ACHMAD MASYHADUL A, Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., CMA., CA., Ak.

2016 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

Riset ini merupakan wujud kontribusi dalam pembahasan kerangka yang mendukung secara perkembangan pertanggungjelasan alami untuk menggantikan pertanggungjelasan koersif. Riset ini menyelidiki bagaimana niat bawaan pertanggungjelasan yang disebut sebagai pertanggungjelasan sukarela, yang diyakini bekerja lebih baik daripada pertanggungjelasan paksaan, terkait dengan beberapa faktor individu dan organisasi pejabat sektor publik. Teori Perilaku Rencanaan (TPR) yang dirumuskan oleh Ajzen (1988) adalah landasan teoritis dari penelitian ini. Campuran metode kuantitatif dan eksploratif-kualitatif penelitian digunakan dalam penyelidikan ini. Pertama, hubungan antara faktor individu dan organisasi dan niat untuk secara sukarela menunjukkan pertanggungjelasan diselidiki. Temuan itu didasarkan pada data survei dari 95 pejabat publik di Indonesia dengan berbagai latar belakang. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis Sequential Equation Modelling - Partial Least Square (SEM-PLS). Kemudian, pendekatan riset eksploratif digunakan untuk menyelidiki substansi akuntabilitas sukarela. Para peserta dipilih secara bertujuan (purposive) dengan memastikan bahwa setiap tingkat manajemen publik diwakili. Untuk memperoleh data kualitatif, 5 pejabat publik dari berbagai latar belakang diwawancarai. Berdasarkan riset yang telah dilaksanakan, pertanggungjelasan sukarela dipersepsikan oleh sebagian personel sector publik sebagai suatu atribut yang secara menyeluruh merepresentasikan bekerjanya sebuah mekanisma pertukaran rekening terkait sebuah amanat terbatas antara satu pihak dengan pihak lain yang mekanisma tersebut terselenggara karena dorongan dari faktor internal organisasi, bukan karena desakan dari komponen eksternal organisasi. Selain itu, temuan menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif, dan kontraktibilitas secara tidak langsung terkait dengan niat untuk mewujudkan akuntabilitas sukarela, sementara pengendalian perilaku persepsian berhubungan langsung dengan niat tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa faktor internal dan eksternal lainnya dari sebuah organisasi merupakan faktor penting yang mempengaruhi kepercayaan diri untuk mewujudkan pertanggungjelasan sukarela, dan dengan demikian kontrol perilaku yang dirasakan dan niat untuk mewujudkan pertanggungjelasan sukarela.

This enquiry is aimed to contribute in the discussion of a framework that supports naturally-developed accountability to substitute the currently-enforced coercive accountability. This inquiry investigates how inherent intention of accountability called voluntary accountability, which is believed to work better than enforced accountability, is associated with several individual and organisational factors of public sector officials. The Theory of Planned Behaviour (TPB) formulated by Ajzen (1988) is the theoretical basis of this research. A mixture of quantitative and exploratory-qualitative methods of research was employed in this inquiry. First, the association between individual and organisational factors and the intention to voluntarily exhibit accountability were investigated. The findings were based on survey data from 95 public officers in Indonesia with diverse backgrounds. Hypothesis testing was conducted using Partial Least Square Sequential Equation Modelling (PLS-SEM) analysis. Then, an exploratory approach of enquiry was also used in this research to investigate the substance of voluntary accountability. The participants are selected purposively to make sure that each level of public management are represented. To obtain qualitative data, 5 public officials from diverse backgrounds were interviewed. Voluntary accountability was perceived by interviewees as an attribute that comprehensively represents the workability of an exchanges-of-accounts mechanism associated with a limited responsibility between a person or organisation towards its stakeholders and that mechanism is embodied due to internal factors of the organisation instead of the external ones. In addition, the finding shows that attitudes, subjective norms, and contractibility are indirectly associated with the intention to embody voluntary accountability, while perceived behavioural control directly associated with that intention. This research suggests that several other internal and external factors of an organisation are important factors that affect the confidence to embody voluntary accountability, and thus the perceived behavioural control and intention to it.

Kata Kunci : pertanggungjelasan, pertanggungjelasan sukarela, teori perilaku rencanaan, kontraktibilitas, SEM-PLS, analisis tematik / accountability, voluntary accountability, theory of planned behaviour, contractibility, PLS-SEM, thematic analysis

  1. S1-2016-335921-abstract.pdf  
  2. S1-2016-335921-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-335921-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-335921-title.pdf