KEBERADAAN RUMAH SUSUN DAN KETERJANGKAUAN MASYARAKAT PENGGUNA DI KABUPATEN BANTUL
ESTIN SULISTYANI, Dr. Rini Rachmawati, S.Si.M.T.
2016 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan dan laju pertumbuhan ekonomi menjadi kendala bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhan perumahan. Sebanyak 7.247 unit rumah (PPLS, 2011) di Kabupaten Bantul berstatus sebagai rumah tidak layak huni. Oleh karenanya di bangunlah rumah susun sebagai solusi alternatif. Pasca pembangunannya, rumah susun masih mengalami kendala (salah satunya mengenai keberadaan fasilitas lingkungan dan keterjangkauan masyarakat dalam membayar biaya sewa). Berdasar kondisi tersebut, tujuan dari penelitian ini : 1) mendeskripsikan keberadaan rumah susun, 2) mendeskripsikan keberadaan fasilitas lingkungan di sekitar rumah susun, dan 3) menganalisis keterjangkauan masyarakat pengguna rumah susun. Data dan informasi dikumpulkan dengan wawancara, studi literatur, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil memberikan informasi : 1) rumah susun dikembangkan berdasarkan konsep dari KPU yang lokasinya telah sesuai RTRW, 2) Fasilitas Perniagaan atau Perbelanjaan merupakan fasilitas yang mendominasi, 3) Keterjangkauan masyarakat pengguna berada pada kelas IK-SP Tinggi (Rp. 1.256.539 � Rp. 1.976.583).
Population growth is not matched by the availability of land and economic growth becomes an obstacle for low-income communities to meet the needs of the housing. A total of 7.247 housing units (PPLS, 2011) in Bantul Regency status as the house is not habitable. Therefore, in the wake of flats as an alternative solution. Post-construction, flats are still experiencing problems (one of them about the where abouts of the environment and affordability of community facilities in paying the rental fee). Based on these conditions, the purpose of this study are: 1) describe the existence of flats, 2) describe the existence of environmental facilities around the apartment, and 3) to analyze the affordability of the community of users of flats. Data and information collected by interviews, literature study, observation, and documentation. The results provide information that : 1) housing project was developed based on the concept of the Commission (Kementrian Pekerjaan Umum) whose location is suitable RTRW, 2) Facility Commerce or Shopping is a facility that dominates, 3) Affordability user community is in a class IK-SP High (Rp. 1,256,539 - Rp . 1976583).
Kata Kunci : Kebutuhan Papan, Rumah Susun, Fasilitas Lingkungan, dan Keterjangkauan Masyarakat Pengguna; Housing Need, Rental Flat Housing, Environmental Facility, and Affordability User Community